Polemik Vietnam Mainkan Pria pada Kejuaraan Dunia Voli Putri U-21
Kamis, 14 Agustus 2025 | 06:29 WIB
Surabaya, Beritasatu.com – Tim bola voli putri U-21 Vietnam dipastikan gagal melangkah ke babak 16 besar Kejuaraan Dunia Voli Putri U-21 2025, meski tampil gemilang pada fase grup.
Bermain di pul A, Vietnam mencatat empat kemenangan atas Indonesia, Kanada, Serbia, dan Puerto Rico, serta hanya sekali kalah saat menghadapi Argentina. Secara hitungan klasemen, posisi runner-up seharusnya membawa mereka langsung ke 16 besar.
Namun, perjalanan itu terhenti setelah Federasi Bola Voli Dunia (FIVB) menjatuhkan sanksi karena Vietnam dianggap menurunkan pemain pria. Isu tersebut sudah beredar sejak Vietnam bertemu Puerto Rico di Jawa Pos Arena, Surabaya, Selasa (12/8/2025). Dalam laga itu, Vietnam hanya menurunkan 10 pemain, tanpa kehadiran Dang Thi Hong dan Phuong Quynh.
Kedua pemain yang mengenakan nomor punggung 12 dan 21 tersebut tidak tampil karena sedang menjalani tes kromosom untuk memastikan status jenis kelamin mereka.
Beberapa jam setelah Vietnam menang 3-1 (25-17, 25-21, 23-25, dan 25-22) atas Puerto Rico, FIVB merilis surat keputusan resmi yang memastikan adanya pelanggaran regulasi dan membatalkan peluang Vietnam melaju ke babak selanjutnya.
Kwputusan FIVB ini tentu saja mengguncang perjalanan tim tersebut di Kejuaraan Dunia Voli Putri U-21 2025.
Dalam pernyataannya, FIVB menyebut Vietnam melanggar regulasi turnamen dengan memainkan atlet yang tidak sesuai kategori jenis kelamin yang dipersyaratkan. Pelanggaran ini merujuk pada Pasal 12.2 peraturan pemain. Berdasarkan hasil tes, FIVB membatalkan seluruh hasil pertandingan yang melibatkan pemain tersebut.
Mengacu pada Pasal 13.5.2 Peraturan Acara dan Pasal 14.4 Peraturan Disiplin, Sub-Komite Panel Disiplin FIVB memutuskan pertandingan yang diikuti pemain tersebut dianggap tidak sah. Sang pemain langsung dikeluarkan dari kejuaraan, meski identitasnya tidak diungkap secara terbuka.
FIVB hanya menegaskan bahwa atlet yang dinyatakan berjenis kelamin pria akan dihapus dari daftar pemain resmi. Imbasnya, semua laga yang pernah ia mainkan otomatis dianggap kalah 0-3 untuk Vietnam.
Keputusan ini membuat posisi Vietnam anjlok dari peringkat kedua pul A ke dasar klasemen, menyisakan hanya satu kemenangan, saat melawan Puerto Rico, yang diraih tanpa kehadiran Dang Thi Hong. Dengan hasil tersebut, Vietnam gagal melangkah ke babak 16 besar dan harus berjuang memperebutkan peringkat 17–24.
Federasi Bola Voli Vietnam (VFV) pun melayangkan banding. Mereka menegaskan telah menyerahkan seluruh dokumen pendaftaran pemain yang memenuhi kriteria yang ditetapkan FIVB untuk ajang ini, dan menilai keputusan diskualifikasi merugikan tim.
VFV menegaskan bahwa seluruh dokumen pendaftaran pemain Timnas Voli Putri U-21 telah memenuhi aturan dan bahkan mendapat persetujuan resmi dari FIVB. Persetujuan ini, menurut VFV, menjadi dasar sahnya para atlet Vietnam untuk tampil di Kejuaraan Dunia Voli Putri U-21 2025.
“VFV memastikan telah mengikuti seluruh prosedur pendaftaran atlet sesuai peraturan FIVB, termasuk menyerahkan dokumen lengkap sebelum turnamen. Berkas tersebut telah diperiksa dan disetujui FIVB, sehingga para atlet dapat berlaga,” tulis pernyataan VFV di laman resmi federasi, Rabu (13/8/2025).
Namun, VFV mengungkap adanya tambahan persyaratan profil atlet yang ditetapkan FIVB pada 12 Agustus 2025. Persyaratan ini disebut belum pernah diberlakukan sebelumnya bagi pemain tim nasional Vietnam. Keputusan diskualifikasi pemain, kata VFV, justru mengacu pada aturan tambahan tersebut.
Hingga kini, FIVB belum memberikan tanggapan atas surat balasan yang dilayangkan VFV terkait polemik ini. Meski demikian, dalam keterangan sebelumnya, FIVB mengingatkan bahwa Vietnam masih berpotensi menerima hukuman lanjutan di luar pertandingan.
Mengacu pada Pasal 14.4 Peraturan Disiplin, FIVB menyatakan kasus ini akan dibawa ke Panel Disiplin untuk dievaluasi lebih lanjut, termasuk kemungkinan penjatuhan sanksi yang berlaku di luar penyelenggaraan kejuaraan.
Salah seorang pemain yang sebelumnya diicurigai sebagai pria, yakni middle blocker Vietnam, Phuong Qunyh, tetap turun memperkuat timnya saat menghadapi Mesir pada laga perebutan peringkat 17–24 Kejuaraan Dunia Bola Voli Putri U-21 2025 di Samatorhealthporia, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (13/8/2025).
Meski masih diterpa kontroversi, Vietnam berhasil mengamankan kemenangan 3-1 (25-16, 26-24, 22-25, dan 25-20) atas Mesir. Kehadiran Qunyh di lapangan sekaligus mematahkan rumor bahwa ada dua pemain Vietnam berstatus laki-laki dalam skuad tersebut.
Sementara itu, pemain Vietnam lainnya yang menjadi sorotan, Dang Ting Hong, terlihat berada di tribune penonton. Namanya memang sudah tidak tercantum dalam daftar pemain saat Vietnam melawan Mesir.
Hingga kini, belum ada perkembangan terbaru terkait proses banding yang diajukan Federasi Bola Voli Vietnam (VFV) maupun keputusan lanjutan dari Federasi Bola Voli Dunia (FIVB) terkait kemungkinan sanksi di luar turnamen.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan Biaya di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




