Siap Berbenah, BWF Akui Tantangan Kualitas Udara pada India Open 2026
Jumat, 16 Januari 2026 | 21:56 WIB
New Delhi, Beritasatu.com – Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) mengakui adanya kendala kualitas udara selama penyelenggaraan ajang India Open 2026 di Indira Gandhi Sports Complex, New Delhi. Ajang bertaraf BWF World Tour Super 750 itu, sempat mendapat kritikan dari beberapa atlet asal Denmark.
BWF menyebut faktor cuaca musiman, termasuk kabut asap dan suhu dingin, memengaruhi kualitas udara dan kondisi temperatur di arena pertandingan sepanjang turnamen yang berlangsung pada 13 hingga 18 Januari 2026. Mereka menyatakan telah berkomunikasi dengan pemain dan tim peserta untuk meninjau kondisi venue.
“Kami mengakui adanya tantangan yang berkaitan dengan kondisi musiman, termasuk kualitas udara dan suhu di dalam venue,” demikian pernyataan BWF, dilansir dari Antara pada Jumat (16/1/2026).
Aksi ini, menjadi upaya bersama dari penyelenggara dan BWF menyusul masukan atlet serta sorotan media internasional. Meski menghadapi tantangan, evaluasi BWF menunjukkan Indira Gandhi Sports Complex tetap menjadi peningkatan signifikan dibandingkan venue sebelumnya, KD Jadhav Stadium.
Salah satu yang menjadi nilai lebih bagi BWF adalah segi infrastruktur tempat pertandingan saat ini. Meski sama-sama berada di New Delhi, lokasi pertandingan saat ini dinilai lebih luas dan memadai.
Selain kualitas udara, BWF mencatat beberapa aspek lain yang sempat membutuhkan perhatian, seperti kebersihan dan sanitasi. Namun, persoalan tersebut disebut telah ditangani secara cepat oleh Badminton Association of India (BAI) selaku penyelenggara lokal.
Di sisi lain, sejumlah pemain memberikan penilaian positif terhadap peningkatan fasilitas penunjang turnamen. Terutama kualitas lapangan dan lantai pertandingan, fasilitas latihan, serta layanan medis.
BWF menambahkan, seluruh masukan dari India Open 2026 akan menjadi bahan evaluasi untuk penyelenggaraan kejuaraan berikutnya di venue yang sama. Termasuk Kejuaraan Dunia BWF yang dijadwalkan pada Agustus 2026, saat kondisi cuaca diperkirakan lebih kondusif.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan Biaya di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




