7 Kandidat Pelatih Ideal jika Pep Guardiola Tinggalkan Manchester City
Jumat, 23 Januari 2026 | 13:15 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Manchester City dan Pep Guardiola telah menjadi satu kesatuan yang nyaris tak terpisahkan dalam lanskap sepak bola modern.
Sejak resmi menangani The Citizens pada 2016, Pep Guardiola tidak hanya menghadirkan deretan trofi, tetapi juga membangun identitas permainan yang kuat, terstruktur, dan menjadi rujukan bagi banyak tim lain.
Di bawah arahannya, Manchester City berkembang dari sekadar penantang domestik menjadi kekuatan dominan Liga Inggris sekaligus pesaing serius di Liga Champions. Namun, dalam sepak bola level tertinggi, tidak ada era kejayaan yang benar-benar abadi.
Setiap periode emas pada akhirnya akan menghadapi fase evaluasi dan transisi. Ketika performa mulai menunjukkan tanda-tanda penurunan dan kontrak Pep Guardiola yang akan berakhir pada 2027 semakin mendekat, pembahasan mengenai masa depan kursi pelatih Manchester City pun menjadi semakin relevan.
Situasi ini tidak muncul secara tiba-tiba. Rentetan hasil kurang meyakinkan, baik di kompetisi domestik maupun Eropa, membuat masa depan Pep Guardiola di Manchester City mulai menjadi topik diskusi serius.
Meski reputasi dan prestasinya tetap berada di level elite, kebersamaan panjang sejak 2016 kerap dinilai mendekati titik jenuh, baik dari sudut pandang klub maupun sang pelatih.
Kekalahan Beruntun Manchester City
Tekanan terhadap Manchester City meningkat secara signifikan setelah serangkaian hasil negatif yang datang dalam waktu berdekatan. Salah satu pukulan terberat terjadi pada ajang Liga Inggris ketika City harus menyerah 0-2 dari rival sekota, Manchester United, di Old Trafford.
Kekalahan tersebut terasa semakin menyakitkan karena terjadi dalam laga besar yang kerap dijadikan tolok ukur kekuatan dan mental juara.
Dalam pertandingan itu, tim asuhan Pep Guardiola tampil di bawah standar dan gagal mengontrol jalannya laga, terutama di sektor lini tengah yang selama bertahun-tahun menjadi sumber dominasi mereka.
Manchester United mampu memenangi duel-duel penting, sementara City hanya mencatatkan satu tembakan tepat sasaran sepanjang pertandingan. Hasil negatif ini pun tidak berdiri sendiri.
Pada ajang Liga Champions, Manchester City kembali menerima kenyataan pahit setelah takluk 1-3 dari Bodø/Glimt di Norwegia.
Bermain di lapangan sintetis dengan suhu ekstrem, City tampil rapuh, melakukan sejumlah kesalahan individual, dan kesulitan mengimbangi intensitas permainan tuan rumah. Kekalahan tersebut membuat posisi mereka pada fase grup berada dalam situasi genting.
Rentetan kegagalan ini memperkuat narasi bahwa Manchester City tidak lagi tampil sekuat musim-musim sebelumnya. Pertanyaan pun mulai bermunculan, apakah kondisi ini sekadar fase sulit yang wajar dialami tim besar, atau justru menjadi sinyal bahwa era Pep Guardiola di Manchester City perlahan mendekati babak akhir.
Kandidat Pelatih Ideal Pengganti Pep Guardiola
Di tengah meningkatnya spekulasi, manajemen Manchester City dikabarkan mulai memetakan sejumlah nama yang dinilai mampu menjaga kesinambungan filosofi sekaligus membawa energi baru. Dilansir dari laman One Football, berikut tujuh kandidat yang paling sering dikaitkan sebagai penerus Pep Guardiola.
1. Enzo Maresca
Enzo Maresca muncul sebagai salah satu kandidat terkuat dalam daftar calon pengganti Pep Guardiola. Pelatih asal Italia ini memiliki nilai tambah signifikan karena pernah bekerja langsung di bawah Guardiola sebagai asisten pada musim 2022/2023.
Pengalaman tersebut memberinya pemahaman mendalam mengenai filosofi permainan, metode latihan, serta standar tinggi yang diterapkan di Etihad Stadium. Setelah meninggalkan Manchester City, perjalanan karier Maresca menunjukkan perkembangan yang konsisten.
Ia berhasil membawa Leicester City promosi kembali ke Premier League, sebelum kemudian dipercaya menangani Chelsea. Di klub London tersebut, Maresca mampu membangun ulang fondasi tim dan mengembalikan Chelsea ke persaingan papan atas serta zona Liga Champions.
2. Michel
Michel saat ini menangani Girona, klub La Liga yang berada di bawah naungan City Football Group. Faktor ini membuatnya memahami struktur organisasi, pendekatan taktik, dan filosofi permainan yang sejalan dengan Manchester City.
Prestasi terbaik Michel terlihat ketika membawa Girona finis di posisi tiga besar La Liga musim 2023/2024, sebuah pencapaian yang berada di luar ekspektasi.
Namun, penurunan performa setelah kehilangan sejumlah pemain kunci serta posisi Girona di papan bawah musim ini menjadi catatan penting yang dapat mengurangi peluangnya.
3. Andoni Iraola
Nama Andoni Iraola melesat berkat pekerjaannya bersama Bournemouth di Liga Inggris. Pelatih asal Spanyol ini dikenal dengan pendekatan permainan menyerang berintensitas tinggi serta kemampuannya memaksimalkan potensi pemain.
Gaya bermain tersebut dinilai memiliki kesesuaian dengan DNA Manchester City. Meski demikian, tantangan terbesarnya adalah kesiapan mental dan taktis untuk menangani klub dengan tekanan serta ekspektasi setinggi City.
4. Vincent Kompany
Vincent Kompany memiliki ikatan emosional yang sangat kuat dengan Manchester City. Mantan kapten ini menjadi simbol kesuksesan klub, meraih banyak trofi, dan memahami kultur internal Etihad Stadium.
Walaupun pengalamannya di Liga Inggris bersama Burnley tidak berjalan mulus, Kompany membuktikan kapasitasnya dengan membawa Bayern Munich meraih gelar Bundesliga dan tampil dominan di kompetisi domestik.
Faktor sejarah, kedekatan personal, serta keberhasilannya di Jerman menjadikannya kandidat yang sangat menarik.
5. Oliver Glasner
Oliver Glasner tengah menikmati reputasi positif berkat kinerjanya bersama Crystal Palace. Pelatih asal Austria ini dikenal dengan pendekatan pragmatis namun efektif, serta mampu membuat timnya tampil solid dan kompetitif.
Meski namanya tidak selalu dikaitkan langsung dengan Manchester City, Glasner dipandang sebagai pelatih yang siap naik level jika mampu menjaga konsistensi. Potensi loncatan kariernya menjadi daya tarik tersendiri.
6. Luis Enrique
Luis Enrique merupakan nama besar dengan koleksi prestasi di level tertinggi. Pengalamannya membawa Barcelona meraih berbagai gelar besar, ditambah kesuksesannya bersama Paris Saint-Germain, menjadikannya salah satu pelatih paling dihormati di Eropa.
Jika Manchester City memiliki keleluasaan penuh dalam memilih, Luis Enrique hampir pasti berada di daftar teratas. Namun, stabilitas serta proyek jangka panjangnya di PSG membuat peluang kepindahan tidak mudah terwujud.
7. Unai Emery
Unai Emery berhasil mengangkat Aston Villa menjadi tim yang sangat kompetitif di Liga Inggris. Sejak kedatangannya, hanya Manchester City, Arsenal, dan Liverpool yang mampu mengumpulkan poin lebih banyak.
Meski memiliki catatan kurang ideal saat menangani Arsenal dan PSG, kemampuan taktik serta konsistensi Emery dalam membangun tim membuatnya tetap relevan dalam daftar kandidat.
Masa depan Pep Guardiola di Manchester City memang belum mencapai titik akhir yang pasti. Namun, kombinasi antara kontrak yang mendekati habis, kekalahan beruntun di laga-laga krusial, serta tuntutan regenerasi membuat wacana pergantian pelatih semakin relevan untuk dibahas.
Tujuh kandidat yang muncul mencerminkan beragam pendekatan yang dapat diambil Manchester City, mulai dari kesinambungan filosofi permainan hingga upaya menghadirkan energi dan perspektif baru. Apa pun keputusan yang diambil nantinya, transisi pasca Pep Guardiola akan menjadi momen krusial yang menentukan arah Manchester City di era berikutnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan Biaya di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




