Performa Anjlok, Liverpool Mulai Kehilangan Aura sang Juara
Rabu, 28 Januari 2026 | 09:44 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Awan mendung tengah menyelimuti Anfield. Liverpool, sang juara bertahan, kini sedang berjuang keras untuk tetap berada dalam persaingan lima besar klasemen Premier League. Kekalahan ketujuh musim ini saat bertandang ke markas Bournemouth akhir pekan lalu menjadi sinyal bahaya yang nyata bagi sang manajer, Arne Slot.
Ketidakkonsistenan Liverpool musim ini benar-benar sulit dinalar. Hanya tiga hari setelah menunjukkan performa terbaik mereka melawan Marseille di Liga Champions, Mohamed Salah dan kawan-kawan justru tampil loyo dan takluk 3-2 di tangan Bournemouth. Hasil ini membuat posisi mereka disalip oleh Manchester United dan Chelsea dalam perebutan tiket kompetisi Eropa.
Dikutip Sky Sports News, Rabu (28/1/2026), legenda Liverpool, Jamie Carragher, memberikan kritik tajam atas situasi ini. Menurutnya, pekerjaan Arne Slot kini berada dalam pertaruhan besar. Jika Liverpool gagal mengamankan kualifikasi Liga Champions musim depan, manajemen klub kemungkinan besar tidak akan ragu untuk mengambil tindakan tegas terhadap pelatih asal Belanda tersebut.
Salah satu masalah utama yang disoroti adalah hilangnya kreativitas di lini depan. Liverpool yang musim lalu dikenal sebagai mesin gol paling menakutkan, kini berubah menjadi tim yang mudah diprediksi. Gaya kontrol permainan ala Slot dianggap terlalu lambat dan metodis, sehingga tim lawan sangat mudah untuk menutup ruang dan meredam serangan The Reds.
Statistik menunjukkan penurunan drastis pada ancaman serangan balik Liverpool. Jika musim lalu mereka mencetak 14 gol melalui transisi cepat, musim ini angka tersebut merosot tajam menjadi hanya tiga gol saja. Kecepatan dan urgensi yang dulu menjadi identitas utama di bawah asuhan Jurgen Klopp seolah hilang ditelan bumi, membuat lini serang mereka kehilangan tajinya.
Tak hanya di lini depan, pertahanan Liverpool dalam situasi bola mati juga berada pada level yang mengkhawatirkan. The Reds tercatat sebagai salah satu tim yang paling sering kebobolan dari situasi set-piece musim ini. Bahkan, kekalahan menyakitkan dari Bournemouth menunjukkan kerentanan mereka terhadap hal-hal mendasar seperti lemparan ke dalam dan bola lambung sederhana.
Keangkeran Stadion Anfield pun mulai luntur. Biasanya, markas kebesaran Liverpool ini menjadi momok bagi tim lawan, namun musim ini efektivitas mereka di kandang sangat rendah. Rata-rata gol yang dicetak di Anfield mencapai titik terendah sejak musim 2011/12. Tanpa atmosfer yang mengintimidasi, Anfield kini bukan lagi jaminan tiga poin bagi tuan rumah.
Meski demikian, harapan belum sepenuhnya sirna. Dengan skuat bernilai lebih dari £450 juta, Liverpool masih memiliki talenta yang cukup untuk membalikkan keadaan. Tantangan besar bagi Arne Slot saat ini adalah bagaimana meramu kembali talenta tersebut agar lebih efektif di lapangan sebelum kepercayaan manajemen benar-benar habis. Waktu terus berjalan, dan Slot harus segera menemukan solusi jika tidak ingin kehilangan kursinya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan Biaya di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




