Sederet Fakta Menarik di Balik Transfer Maarten Paes ke Ajax Amsterdam
Kamis, 29 Januari 2026 | 18:36 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Maarten Paes kembali menjadi perhatian publik sepak bola setelah memastikan kepindahannya ke salah satu klub Belanda paling tersohor, Ajax Amsterdam.
Kiper Timnas Indonesia ini sebelumnya sempat dirumorkan akan melanjutkan karier bersama Persib Bandung, sebuah isu yang cukup menyita perhatian mengingat statusnya sebagai penjaga gawang utama skuad Garuda.
Namun, arah rumor tersebut perlahan berubah ketika Maarten Paes justru terlihat mengikuti sesi latihan bersama FC Dallas, klub yang masih mengikatnya di Major League Soccer.
Kehadiran Paes di Amerika Serikat menegaskan bahwa ia tidak sedang bersiap pulang ke Indonesia, melainkan tetap berada dalam jalur karier internasional.
Tak lama berselang, muncul kabar yang jauh lebih mengejutkan. Ajax Amsterdam disebut telah mencapai kesepakatan untuk merekrut Maarten Paes pada bursa transfer musim dingin.
Kepindahan ini bukan sekadar soal transfer pemain, melainkan menyimpan sejumlah fakta menarik di balik layar yang menjelaskan mengapa Ajax akhirnya memilih kiper Timnas Indonesia tersebut sebagai bagian dari proyek jangka panjang klub.
Rumor ke Persib Bandung yang Gugur di Tengah Jalan
Nama Maarten Paes sempat mencuat kuat dalam pusaran rumor transfer menuju Persib Bandung. Isu ini berkembang seiring kebutuhan klub-klub besar Super League akan sosok kiper berpengalaman, terlebih Paes menyandang status sebagai pemain Timnas Indonesia dengan jam terbang internasional.
Spekulasi tersebut semakin ramai dibicarakan karena bursa transfer musim dingin kerap menghadirkan kejutan. Namun, indikasi ke arah tersebut mulai melemah ketika Paes justru terlihat aktif mengikuti latihan bersama FC Dallas.
Aktivitas tersebut menjadi penanda bahwa sang kiper masih menjalankan kewajiban profesionalnya di MLS. Pada titik inilah arah karier Paes mulai terlihat jelas.
Alih-alih menuju sepak bola domestik, jalur yang diambil justru mengarah kembali ke Eropa. Dari sinilah rumor bergeser, bukan lagi soal Persib Bandung, melainkan peluang Maarten Paes kembali ke Eredivisie bersama Ajax.
Konfirmasi Transfer Permanen dari Fabrizio Romano
Fakta penting di balik perekrutan Maarten Paes ke Ajax terungkap setelah Fabrizio Romano angkat bicara. Pakar transfer internasional tersebut menyampaikan bahwa Ajax dan FC Dallas telah mencapai kesepakatan untuk transfer permanen sang kiper.
Fabrizio mengungkapkan Maarten Paes akan menandatangani kontrak hingga Juni 2029 bersama Ajax. Informasi ini sekaligus menepis anggapan bahwa kepindahan Paes hanya bersifat jangka pendek atau sekadar menjadi pelapis sementara di sektor penjaga gawang.
Tahapan berikutnya dalam proses transfer adalah tes medis yang akan dijalani Paes di Amsterdam. Kesepakatan ini juga diselesaikan melalui agen SEG yang diwakili Boy Kuijpers, menandakan bahwa proses perekrutan telah berada pada tahap akhir dan tinggal menunggu pengumuman resmi.
Kontrak Panjang sebagai Sinyal Investasi Ajax
Durasi kontrak yang disodorkan Ajax kepada Maarten Paes menjadi fakta menarik tersendiri. Kontrak 3,5 tahun hingga 2029 menunjukkan bahwa Ajax melihat Paes sebagai bagian penting dari rencana jangka menengah dan panjang klub.
Dalam konteks kebijakan transfer Ajax, kontrak panjang biasanya hanya diberikan kepada pemain yang dinilai mampu menjadi fondasi tim. Hal ini menegaskan bahwa perekrutan Paes bukan langkah reaktif semata, melainkan keputusan strategis yang telah diperhitungkan secara matang.
Meski nilai transfer tidak diumumkan secara resmi, berbagai laporan menyebutkan angka sekitar 1,2 juta euro. Nominal tersebut dinilai sepadan dengan pengalaman Paes di Eropa dan MLS, serta statusnya sebagai kiper internasional.
Krisis Penjaga Gawang Jadi Alasan Ajax
Salah satu faktor utama di balik perekrutan Maarten Paes adalah kondisi sektor penjaga gawang Ajax. Saat ini, kiper utama Ajax, Vitezslav Jaros, hanya berstatus pemain pinjaman dari Liverpool dan dipastikan kembali ke klub asalnya setelah musim berakhir.
Pada sisi lain, Ajax masih memiliki Remko Pasveer yang sarat pengalaman. Namun, usia Pasveer yang telah mencapai 42 tahun membuat masa depannya di level kompetitif menjadi tanda tanya besar, terlebih ia telah memberi sinyal akan pensiun.
Situasi tersebut menciptakan kekosongan yang harus segera diantisipasi manajemen Ajax. Maarten Paes dipandang sebagai solusi paling logis karena memiliki pengalaman, usia produktif, serta kesiapan mental untuk mengemban peran penting di bawah mistar gawang.
Rekam Jejak di Eropa yang Menjadi Nilai Tambah
Maarten Paes bukan sosok asing di sepak bola Belanda. Ia memulai karier profesionalnya di NEC Nijmegen setelah menimba ilmu di akademi klub tersebut. Pengalaman awal ini membentuk dasar pemahaman Paes terhadap karakter Eredivisie.
Langkah berikutnya diambil Paes dengan bergabung ke FC Utrecht pada musim 2018/2019. Di klub ini, ia mendapatkan kepercayaan lebih besar dan sempat menjadi kiper utama sebelum cedera menghambat konsistensinya.
Pengalaman tersebut menjadi modal penting ketika Paes akhirnya memutuskan menerima tantangan di MLS bersama FC Dallas. Rekam jejak inilah yang kembali menarik minat Ajax untuk memulangkannya ke Belanda.
Konsistensi Bersama FC Dallas sebagai Faktor Penentu
Selama sekitar tiga setengah musim bersama FC Dallas, Maarten Paes tampil dalam 128 pertandingan di berbagai kompetisi. Ia juga mencatatkan 25 clean sheet, sebuah statistik yang mencerminkan konsistensi dan ketangguhannya.
Paes tidak hanya menjadi pilihan utama, tetapi juga berperan penting membawa FC Dallas lolos ke play-off Wilayah Barat MLS 2025. Performa stabil ini membuat namanya tetap diperhitungkan di pasar transfer Eropa.
Meski sempat mengalami cedera hamstring, Ajax menilai pengalaman Paes bermain di dua benua sebagai keunggulan tersendiri. Faktor kematangan mental dan kemampuan adaptasi taktis menjadi pertimbangan kuat di balik perekrutannya.
Peran Mantan Pelatih Timnas Indonesia
Fakta lain di balik kepindahan Maarten Paes ke Ajax adalah keberadaan figur internal yang mengenal kualitasnya secara langsung. Direktur Teknik Ajax Jordi Cruyff, memiliki hubungan profesional dengan Paes melalui Timnas Indonesia.
Sebagai mantan penasihat teknis Timnas Indonesia, Jordi Cruyff memahami karakter, gaya bermain, serta mentalitas Paes. Rekomendasi positif dari sosok ini diyakini berpengaruh besar dalam pengambilan keputusan Ajax.
Selain itu, Denny Landzaat yang pernah menjadi asisten pelatih Timnas Indonesia dan kini bekerja di Ajax turut memberikan pandangan yang menguatkan. Kombinasi faktor teknis dan kedekatan profesional ini menjadi bagian penting di balik layar transfer.
Status Timnas Indonesia dalam Pertimbangan Ajax
Maarten Paes telah mencatatkan 10 penampilan bersama Timnas Indonesia sejak debutnya pada September 2024. Penampilan perdananya langsung meninggalkan kesan positif, termasuk saat menggagalkan penalti Arab Saudi.
Status sebagai kiper internasional memberi nilai tambah tersendiri bagi Paes. Pengalaman menghadapi tekanan di level internasional dinilai relevan dengan tuntutan bermain di klub sebesar Ajax.
Kepindahan ini diharapkan turut berdampak positif bagi Timnas Indonesia, mengingat Paes akan berlatih dan bersaing di lingkungan kompetitif Eredivisie.
Setelah tes medis rampung, Maarten Paes berpeluang segera masuk dalam skuad utama Ajax. Ia bahkan berpotensi melakoni debut Eredivisie saat Ajax menghadapi AZ Alkmaar pada awal Februari 2026.
Di internal tim, Paes akan bersaing dengan kiper lain seperti Joeri Heerkens untuk memperebutkan posisi utama. Persaingan ini diproyeksikan menjadi bagian dari proses regenerasi sektor penjaga gawang Ajax.
Manajemen Ajax juga membuka kemungkinan mendatangkan kiper tambahan pada bursa transfer berikutnya demi menjaga kedalaman skuad dan menciptakan persaingan sehat.
Perekrutan Maarten Paes oleh Ajax bukanlah keputusan spontan. Di balik transfer ini terdapat rangkaian fakta, mulai dari krisis penjaga gawang, rekomendasi orang dalam, hingga rekam jejak Paes di Eropa dan MLS.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan Biaya di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




