BATC 2026: Comeback Menegangkan, Rachel/Febi Jaga Asa Indonesia
Kamis, 5 Februari 2026 | 14:19 WIB
Qingdao, Beritasatu.com — Tim bulu tangkis putri Indonesia bermain imbang 1-1 menghadapi Jepang pada pertandingan kedua grup X Badminton Asia Team Championships (BATC) 2026 yang berlangsung di Qingdao, China, Kamis (5/2/2026).
Pada laga tunggal putri pertama, Thalita Ramadhani Wiryawan belum mampu membendung permainan Riko Gunji.
Pebulu tangkis Jepang tersebut mengamankan kemenangan dua gim langsung dengan skor 21-14 dan 21-16, membuat Indonesia tertinggal lebih dahulu.
Harapan Indonesia kemudian muncul di sektor ganda putri melalui pasangan Rachel Allessya Rose dan Febi Setianingrum.
Mereka sukses memaksakan pertandingan berjalan ketat sebelum akhirnya menang tiga gim dengan skor 21-12, 18-21, dan 23-21 untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Rachel mengaku bersyukur dapat menyumbang angka bagi tim sekaligus menyelesaikan pertandingan tanpa cedera. Ia menilai kunci kemenangan adalah menjaga fokus meski berada di bawah tekanan.
“Puji Tuhan senang sekali bisa menyumbang poin dan tetap sehat setelah pertandingan. Dari awal kami berusaha tenang, tapi tetap fokus dan tidak mau kalah,” ujar Rachel.
Menurutnya, pada gim penentuan pasangan Indonesia sempat tertinggal cukup jauh, namun mereka berusaha tetap mengikuti arahan pelatih dan percaya pada kemampuan masing-masing.
“Jujur di gim ketiga kami tidak menyangka bisa mengejar. Kami sempat tertekan, tetapi mencoba tetap yakin, mengikuti instruksi pelatih, dan mengambil poin satu per satu sampai akhirnya bisa keluar dari tekanan,” tambahnya.
Rachel juga menilai keberuntungan turut berperan pada poin terakhir pertandingan.
“Di poin akhir bola lawan sebenarnya sudah tanggung, tetapi pukulan mereka tidak sempurna dan menyangkut di net.
Kemenangan ini menambah kepercayaan diri kami dan semoga rekan-rekan satu tim juga semakin yakin dengan kemampuan sendiri,” tuturnya.
Sementara itu, Febi mengakui kesalahan strategi membuat mereka kehilangan gim kedua setelah sempat mengejar ketertinggalan angka.
“Setelah bisa menyamakan skor di gim kedua, kami justru terlalu terburu-buru ingin mematikan lawan sehingga banyak melakukan kesalahan sendiri,” kata Febi.
Ia mengatakan pendekatan berbeda diterapkan saat poin-poin kritis di gim penentuan, yakni fokus mengembalikan bola terlebih dahulu sebelum mencari peluang menyerang.
“Di momen krusial kami sepakat mengejar bola dahulu, sesulit apa pun, yang penting bisa mengembalikannya ke lapangan lawan,” ujarnya.
Hasil imbang ini membuat persaingan di grup X BATC 2026 masih terbuka dan peluang Indonesia untuk melaju ke fase berikutnya tetap terjaga.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Revitalisasi Alun-alun Kota Serang Ditargetkan Rampung Desember 2026




