Bafana Bafana Pilih Pachuca sebagai Markas Piala Dunia
Sabtu, 14 Februari 2026 | 13:39 WIB
Jakarta, Beritasatu.com — Tim nasional sepak bola Afrika Selatan, Bafana Bafana, resmi memilih Kota Pachuca di Meksiko sebagai pusat persiapan mereka selama tampil pada ajang Piala Dunia 2026.
Keputusan tersebut diambil Federasi Sepak Bola Afrika Selatan atau South African Football Association (SAFA) setelah mempertimbangkan faktor iklim, fasilitas, serta kemudahan akses menuju lokasi pertandingan.
Pachuca berada di ketinggian sekitar 2.432 meter di atas permukaan laut, bahkan lebih tinggi dibanding Johannesburg yang terletak di 1.753 meter. Meski demikian, suhu di Pachuca relatif sejuk dengan rata-rata sekitar 22 derajat celsius pada Juni, kondisi yang dinilai ideal untuk menjaga kebugaran pemain.
Bafana Bafana dijadwalkan menjalani laga pembuka melawan tuan rumah di Stadion legendaris Estadio Azteca, Mexico City, pada 11 Juni 2026. Selanjutnya mereka akan bertanding di Atlanta, Amerika Serikat, menghadapi wakil Eropa yang masih menunggu hasil kualifikasi.
Pertandingan terakhir fase grup akan kembali digelar di Meksiko, tepatnya di wilayah metropolitan Monterrey, termasuk kawasan Guadalupe, pada 24 Juni 2026 menghadapi Korea Selatan.
SAFA memilih kampus olahraga Universidad del Futbol, pusat pendidikan dan sains olahraga yang terafiliasi dengan klub lokal CF Pachuca. Klub tersebut berlaga di kompetisi kasta tertinggi Meksiko, Liga MX, dan dikenal sebagai klub sepak bola tertua di negara tersebut.
Sementara itu, para pemain akan menginap di hotel bintang lima Camino Real Pachuca, yang berada sekitar lima kilometer dari pusat kota dan dikelilingi kawasan hijau, memberi suasana tenang bagi persiapan tim.
Lokasi Pachuca juga dinilai strategis karena hanya berjarak sekitar 90 kilometer dari Mexico City sehingga memudahkan perjalanan menuju laga pembuka. Selain itu, penerbangan menuju Monterrey hanya memakan waktu sekitar 1,5 jam, sedangkan perjalanan udara ke Atlanta sekitar 3 jam.
Partisipasi ini menjadi momen penting bagi Afrika Selatan karena mereka kembali tampil di Piala Dunia setelah terakhir kali bermain saat menjadi tuan rumah pada 2010. Sebelumnya, Bafana Bafana juga tampil pada edisi 1998 dan 2002, tetapi selalu terhenti di fase grup.
Kini, dengan persiapan matang dan fasilitas modern di Pachuca, tim berharap mampu mencetak sejarah baru di Piala Dunia 2026.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Harga Emas Dunia Tertekan Imbas Data Tenaga Kerja AS yang Kuat




