ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Ruud Gullit Akui Pernah Didekati Arsenal Saat Masih Muda

Selasa, 17 Februari 2026 | 09:22 WIB
WT
WT
Penulis: Wahyu Sahala Tua | Editor: WS
Ruud Gullit mengungkapkan pernah menolak tawaran Arsenal saat berusia 17 tahun demi mematangkan karier di Belanda sebelum akhirnya menjadi legenda besar AC Milan.
Ruud Gullit mengungkapkan pernah menolak tawaran Arsenal saat berusia 17 tahun demi mematangkan karier di Belanda sebelum akhirnya menjadi legenda besar AC Milan. (Google)

Jakarta, Beritasatu.com - Selama 20 tahun kariernya, Ruud Gullit membuktikan dirinya sebagai salah satu pemain paling komplet di dunia. Legenda Belanda ini sangat ikonik saat membela AC Milan di akhir 80-an, memenangkan banyak trofi bergengsi, dan memimpin timnas Belanda juara Euro 88 sebagai kapten.

Namun, ada satu fakta menarik yang jarang diketahui. Saat ia masih remaja di klub Haarlem, Arsenal ternyata sudah mencoba merekrutnya. Dikutip Four Four Two, Selasa (17/2/2026), Gullit bercerita, "Ketika saya berada di HFC Haarlem pada usia 17 tahun, saya mendengar bahwa Arsenal ingin merekrut saya." 

Meskipun merasa terhormat, ia menolaknya karena merasa belum waktunya pindah ke luar negeri. Ia akhirnya memilih pindah ke Feyenoord untuk bermain bersama Johan Cruyff sebelum akhirnya menjadi bintang besar di Italia.

Dalam sejarah sepak bola dunia, Ruud Gullit dikenal sebagai sosok atlet yang luar biasa. Selama dua dekade berkarier, ia tidak hanya sekadar bermain, tetapi mendominasi lapangan hijau sebagai salah satu pemain paling komplet yang pernah ada. Kemampuannya bermain di berbagai posisi menjadikannya aset berharga bagi tim mana pun, terutama saat ia berseragam AC Milan.

ADVERTISEMENT

Puncak keemasan Gullit terjadi pada akhir 1980-an hingga awal 1990-an. Bersama trio Belanda legendaris lainnya, Marco van Basten dan Frank Rijkaard, ia membawa AC Milan merajai Serie A dan memenangkan dua Piala Champions secara beruntun. Di level internasional, namanya kian harum setelah sukses memimpin tim nasional Belanda meraih trofi Euro 1988 sebagai kapten.

Namun, di balik rentetan prestasi mentereng tersebut, terdapat sebuah momen yang bisa saja mengubah sejarah kariernya secara total. Dalam sebuah wawancara baru-baru ini, Gullit mengungkapkan bahwa ia hampir saja mencicipi atmosfer Liga Inggris jauh lebih awal, tepatnya saat ia masih berusia 17 tahun dan membela klub Belanda, HFC Haarlem.

"Ketika saya berada di HFC Haarlem pada usia 17 tahun, saya mendengar bahwa Arsenal ingin merekrut saya," ungkap Gullit kepada Gambling Insider. 

Saat itu, legenda Arsenal, Liam Brady, yang menjabat sebagai pemantau bakat, sudah memberikan lampu hijau bagi klub untuk memboyong talenta muda tersebut ke London Utara.  Gullit mengakui bahwa saat itu komunikasi antarklub sudah terjadi. 

Ia menjelaskan, "Liam Brady adalah pemantau bakat di klub saat itu, dan saya diberitahu tentang ketertarikan mereka untuk membawa saya ke Highbury. Ada pembicaraan di antara kedua klub." 

Bagi pemain remaja, tawaran dari klub sebesar Arsenal tentu sangat menggiurkan. Meskipun merasa tersanjung, Gullit menunjukkan kedewasaan luar biasa dengan memprioritaskan perkembangan kariernya di dalam negeri terlebih dahulu. 

"Adalah sebuah hak istimewa bahwa klub sebesar itu tertarik pada saya di usia tersebut, tetapi itu terlalu dini bagi saya pada tahap karier saya saat itu, jadi saya menolaknya. Saya hanya tidak ingin pindah ke klub tersebut pada titik waktu tertentu," tegasnya.

Keputusan menetap di Belanda terbukti membuahkan hasil manis. Gullit akhirnya pindah ke Feyenoord pada tahun 1982, di mana ia mendapatkan kesempatan langka bermain bersama Johan Cruyff. "Saya akhirnya menghabiskan beberapa tahun lagi di Haarlem sebelum pindah ke Feyenoord, yang terasa seperti langkah yang tepat bagi saya," tambahnya.

Setelah memenangkan gelar ganda di Belanda dan meraih Ballon d’Or pada 1987, barulah ia memulai petualangan epiknya di AC Milan. Liga Inggris sendiri baru bisa merasakan kehebatannya pada 1995 saat ia bergabung dengan Chelsea. Meski akhirnya sukses mempersembahkan Piala FA untuk The Blues, para penggemar Arsenal hingga kini hanya bisa berandai-andai bagaimana jadinya jika Gullit muda mendarat di Highbury lebih awal.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT