ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Gagal Raih Emas Olimpiade, Atlet Ski Ini Menghilang ke Hutan Salju

Selasa, 17 Februari 2026 | 12:30 WIB
SL
SL
Penulis: Surya Lesmana | Editor: LES
Aksi emosional Atle Lie McGrath di Olimpiade Musim Dingin 2026. Usai gagal raih emas slalom di Bormio, atlet Norwegia ini pilih menyendiri di hutan salju.
Aksi emosional Atle Lie McGrath di Olimpiade Musim Dingin 2026. Usai gagal raih emas slalom di Bormio, atlet Norwegia ini pilih menyendiri di hutan salju. (AP/AP)

Bormio, Beritasatu.com –  Sebuah momen dramatis sekaligus memilukan mewarnai cabang olahraga ski slalom di Olimpiade Musim Dingin 2026. Atlet unggulan Norwegia, Atle Lie McGrath, tertangkap kamera melakukan aksi tak terduga dengan melempar tongkat ski, melompati pagar pembatas, dan memilih berbaring sendirian di tengah hutan salju setelah didiskualifikasi dari babak final.

McGrath (25) sebenarnya berada di ambang sejarah. Setelah memimpin di babak pertama dengan catatan waktu melampaui rival utamanya, Loic Meillard (Swiss), ia mendapatkan posisi start terakhir di babak penentuan yang berlangsung di Pusat Ski Stelvio, Bormio, Senin (16/2/2026). Satu putaran bersih seharusnya bisa mengamankan medali emas Olimpiade pertamanya.

Hanya beberapa detik setelah memulai ronde kedua, McGrath melakukan kesalahan teknis yang fatal. Ia melewati gerbang dengan posisi yang salah dan langsung didiskualifikasi. Secara ironis, kesalahan itu terjadi tepat di depan staf pelatih tim Swiss yang langsung bersorak merayakan kepastian medali emas bagi Meillard.

ADVERTISEMENT

Menyadari mimpinya hancur, McGrath melempar kedua tongkat ski-nya melewati pembatas keamanan, memanjat jaring lintasan, dan diam-diam menuruni lereng menuju hutan. Kamera udara merekam momen emosional saat ia berbaring telentang di atas salju, melepas kacamata pelindung, dan tampak merenung dalam diam. Petugas medis sempat mendekat untuk memastikan ia tidak terluka, tetapi McGrath segera pergi tanpa memberikan komentar apa pun.

Drama di lintasan ini berakhir dengan kemenangan Loic Meillard (29). Dengan total waktu 1 menit 53,61 detik, Meillard menjadi juara slalom putra Olimpiade pertama asal Swiss sejak tahun 1948. Ia mengungguli Fabio Gstrein (Austria) di posisi kedua, sementara rekan setim McGrath, Henrik Kristoffersen, membawa pulang medali perunggu.

Meski menang, Meillard menunjukkan simpati mendalam terhadap rivalnya tersebut. "McGrath pantas menang dan merupakan skater terbaik musim ini," kata Meillard.

"Namun itulah bagian dari slalom,” ujarnya.

Kekecewaan McGrath di Bormio ternyata menyimpan latar belakang yang emosional. Ia memasuki kompetisi dengan ban lengan hitam untuk mengenang kakeknya yang meninggal dunia tepat di hari pembukaan Olimpiade. Rekan setimnya, Timon Haugan, mengungkapkan bahwa hari-hari terakhir merupakan masa yang sangat sulit bagi McGrath secara mental.

Henrik Kristoffersen, yang pernah mengalami nasib serupa di Pyeongchang 2018, turut membela reaksi juniornya tersebut. "Ini hanyalah sebuah perlombaan, dan emosi seperti yang dialami McGrath sepenuhnya dapat diterima dalam olahraga tingkat atas," tegasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT