ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Korban Pelecehan di Pelatnas Jadi 10 Atlet, Menpora Kawal Tuntas

Minggu, 1 Maret 2026 | 21:49 WIB
HS
DM
Penulis: Hendro Dahlan Situmorang | Editor: DM
 Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menyatakan keprihatinan sekaligus mengecam keras dugaan kekerasan fisik dan pelecehan seksual yang terjadi di lingkungan pemusatan latihan nasional (pelatnas) cabang olahraga panjat tebing.
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menyatakan keprihatinan sekaligus mengecam keras dugaan kekerasan fisik dan pelecehan seksual yang terjadi di lingkungan pemusatan latihan nasional (pelatnas) cabang olahraga panjat tebing. (Beritasatu.com/Dok. Kemenpora)

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menyatakan keprihatinan sekaligus mengecam keras dugaan kekerasan fisik dan pelecehan seksual yang terjadi di lingkungan pemusatan latihan nasional (pelatnas) cabang olahraga panjat tebing.

Berdasarkan keterangan Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), jumlah atlet yang melapor sebagai korban bertambah dari delapan orang (lima atlet putra dan tiga atlet putri) menjadi sepuluh atlet. Erick menegaskan, keselamatan, martabat, dan masa depan atlet merupakan prioritas utama. 

Menurut dia, tidak ada tempat bagi kekerasan seksual dalam dunia olahraga Indonesia, termasuk pelatnas yang seharusnya menjadi tempat tumbuh dan berkembangnya para atlet terbaik Tanah Air. "Kami menerapkan prinsip zero tolerance terhadap segala bentuk pelecehan dan kekerasan,” katanya, Minggu (1/3/2026).

ADVERTISEMENT

Erick memastikan negara hadir untuk melindungi para atlet yang berani melapor. Ia menegaskan identitas pelapor akan dirahasiakan serta dijamin bebas dari tekanan maupun intimidasi. “Hingga saat ini jumlah atlet panjat tebing yang melapor menjadi korban kekerasan fisik dan pelecehan seksual bertambah,” ujarnya.

Ia menegaskan, para korban juga akan mendapatkan perlindungan penuh agar kelangsungan karier mereka tidak dirugikan akibat keberanian mengungkap kasus tersebut. “Kami mendorong pendampingan hukum dan psikologis jangka panjang diberikan untuk menjaga masa depan para korban,” tambahnya.

Menpora berharap kasus ini menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap sistem pembinaan di pelatnas. Ia menekankan pentingnya memperkuat mekanisme pengawasan, menyediakan sistem pelaporan yang aman dan rahasia, serta menerapkan kebijakan perlindungan atlet di seluruh cabang olahraga.

“Penyelesaian kasus bukanlah titik akhir. Kita harus memperbaiki sistem agar kejadian serupa tidak pernah terulang. Ini momentum reformasi tata kelola perlindungan atlet,” tegasnya.

Erick mengajak seluruh pihak mengawal penanganan kasus ini hingga tuntas demi memastikan olahraga Indonesia menjadi ruang yang aman, bersih, dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Fantasi Gila Driver Ojol di Riau, Begal Payudara untuk Gairah Bercinta

Fantasi Gila Driver Ojol di Riau, Begal Payudara untuk Gairah Bercinta

NUSANTARA
Mahasiswa PNJ Amankan Terduga Pelaku Dugaan Asusila di Kampus

Mahasiswa PNJ Amankan Terduga Pelaku Dugaan Asusila di Kampus

JAWA BARAT
Polisi Bongkar Akal Bulus Pimpinan Pesantren Cabuli Santri di Pekalongan

Polisi Bongkar Akal Bulus Pimpinan Pesantren Cabuli Santri di Pekalongan

JAWA TENGAH
UPN Veteran Yogyakarta Proses 7 Dosen Terduga Pelecehan Seksual

UPN Veteran Yogyakarta Proses 7 Dosen Terduga Pelecehan Seksual

NUSANTARA
Soroti Pelecehan di Pesantren, Cak Imin Minta Pemda Buka Hotline Aduan

Soroti Pelecehan di Pesantren, Cak Imin Minta Pemda Buka Hotline Aduan

NASIONAL
Lecehkan Anak Kecil, Pedagang Rujak Ditangkap Warga di Kebon Jeruk

Lecehkan Anak Kecil, Pedagang Rujak Ditangkap Warga di Kebon Jeruk

JAKARTA

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon