Piala Dunia: Bukan Indonesia, Irak dan UEA Berpeluang Gantikan Iran
Selasa, 3 Maret 2026 | 10:32 WIB
Jakarta, Beritasatu.com — Memanasnya konflik yang melibatkan Iran berpotensi berdampak pada partisipasi negara tersebut pada ajang Piala Dunia FIFA 2026 yang dijadwalkan mulai 11 Juni 2026. Jika Iran batal tampil, peluang pengganti dinilai lebih condong kepada Irak atau Uni Emirat Arab (UEA), bukan Indonesia.
Situasi keamanan yang belum stabil memicu spekulasi tentang kesiapan Iran mengikuti turnamen Piala Dunia. Meski belum ada keputusan resmi, wacana mengenai kemungkinan penggantian peserta mulai mencuat.
Sekretaris Jenderal FIFA, Mattias Grafström, menegaskan, prioritas utama federasi adalah memastikan kompetisi berlangsung aman dan seluruh tim yang lolos dapat berpartisipasi.
“Fokus kami adalah menghadirkan Piala Dunia yang aman dengan semua pihak berpartisipasi,” ujarnya seperti dikutip dari ESPN, Minggu (1/3/2026).
Di sisi lain, Presiden Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj, menyampaikan pernyataan yang mengisyaratkan ketidakpastian.
“Setelah serangan ini, kami tidak bisa diharapkan menyambut Piala Dunia dengan penuh harapan,” katanya.
Hingga kini, FIFA belum mengeluarkan keterangan lanjutan terkait kemungkinan mundurnya Iran. Namun, dalam regulasi resmi turnamen disebutkan bahwa FIFA memiliki kewenangan penuh untuk mengambil langkah yang dianggap perlu, termasuk menunjuk asosiasi anggota lain sebagai pengganti apabila terjadi perubahan peserta.
Aturan tersebut tidak memerinci mekanisme teknis penggantian tim yang sudah lolos. Meski demikian, secara logika kompetisi, kandidat pengganti hampir pasti berasal dari zona yang sama, yakni Asia di bawah naungan AFC.
Dalam konteks ini, Irak dan UEA berada di posisi teratas sebagai calon pengganti. Keduanya melangkah hingga babak kelima kualifikasi zona Asia, lebih jauh dibandingkan Indonesia yang terhenti pada fase sebelumnya.
Iran memastikan tiket putaran final Piala Dunia setelah tampil sebagai juara grup A pada babak ketiga kualifikasi AFC. Pada fase grup Piala Dunia 2026, Iran dijadwalkan menghadapi Selandia Baru dan Belgia di Los Angeles, serta Mesir di Seattle.
Sementara itu, Irak melaju ke playoff antarbenua dan dijadwalkan bertanding pada 31 Maret 2026 di Monterrey, Meksiko, melawan wakil Amerika Selatan atau Karibia demi memperebutkan satu tempat di putaran final.
Jika Irak gagal mengamankan tiket melalui jalur tersebut, mereka disebut-sebut menjadi kandidat utama pengganti Iran. Namun, apabila Irak justru lolos lewat playoff, maka peluang besar akan mengarah kepada UAE sebagai tim Asia dengan peringkat tertinggi berikutnya yang belum memperoleh tempat di putaran final.
Apabila Iran benar-benar mengundurkan diri setelah undian fase grup, situasi tersebut akan menjadi peristiwa langka dalam sejarah modern Piala Dunia.
Kasus serupa terakhir terjadi pada edisi 1950 ketika beberapa negara memilih tidak tampil setelah undian karena kendala nonteknis.
Hingga saat ini, kepastian masih menunggu keputusan resmi FIFA. Dunia sepak bola pun menantikan perkembangan selanjutnya terkait komposisi peserta Piala Dunia 2026.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan Biaya di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




