ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Menelusuri Peran Playmaker Nomor 10 pada Era Sepak Bola Modern

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:05 WIB
MN
MF
Penulis: Muhamad Refan Nibrasy | Editor: MF
Menelusuri peran playmaker nomor 10 dalam sepak bola modern.
Menelusuri peran playmaker nomor 10 dalam sepak bola modern. (Beritasatu.com/chelseafc.com)

Jakarta, Beritasatu.com - Playmaker nomor 10 selama bertahun-tahun dikenal sebagai pusat kreativitas dalam sepak bola. Posisi ini identik dengan pemain yang mampu mengatur ritme permainan sekaligus menciptakan peluang bagi rekan setimnya.

Dari era klasik hingga sepak bola modern, pemain nomor 10 berperan sebagai penghubung antara lini tengah dan lini depan. Mereka membaca ruang sempit, mengolah bola dengan teknik tinggi, serta menghadirkan solusi ketika tim kesulitan menembus pertahanan lawan.

Namun, perubahan taktik dan meningkatnya intensitas permainan membuat peran playmaker nomor 10 tradisional semakin jarang terlihat. Berikut asal-usul, tanggung jawab, serta evolusi posisi tersebut dalam sepak bola modern:

Apa Itu Playmaker Nomor 10?

Secara peran, playmaker nomor 10 adalah pemain menyerang yang beroperasi di ruang antara lini tengah dan lini depan. Area ini sering disebut sebagai ruang “di antara garis” karena berada di antara gelandang lawan dan lini pertahanan mereka. Pada zona inilah seorang nomor 10 menerima bola, memutar badan, dan menentukan arah serangan.

ADVERTISEMENT

Dalam konteks taktik, peran ini berfungsi sebagai penghubung utama antara lini tengah dan penyerang. Playmaker nomor 10 bertugas memastikan aliran bola tetap hidup dan progresif, terutama ketika tim membutuhkan kreativitas untuk menembus pertahanan rapat lawan.

Asal-usul Istilah Nomor 10

Sebutan nomor 10 berasal dari tradisi penomoran pemain, di mana pemain dengan peran paling kreatif di lini serang biasanya mengenakan nomor tersebut.

Di Argentina, posisi ini dikenal dengan istilah enganche, yang berarti “pengait”, menggambarkan fungsinya sebagai penghubung antara lini tengah dan lini serang.

Peran enganche semakin menonjol ketika banyak tim beralih dari formasi 4-3-3 pada era 1970-an menuju 4-3-1-2 atau 4-4-2 berlian pada dekade 1980-an. Dalam sistem tersebut, satu pemain ditempatkan tepat di belakang penyerang untuk menjadi pusat kreativitas.

Memasuki era modern, playmaker nomor 10 kerap dimainkan di bawah satu penyerang dalam formasi 4-2-3-1, atau sebagai satu-satunya gelandang serang dalam skema 3-4-1-2. Namun, penggunaan gelandang bertahan di area sentral membuat ruang kerja nomor 10 semakin terbatas, sehingga tuntutan perannya pun ikut berubah.

Tugas Playmaker Nomor 10 Saat Menguasai Bola

Pada era klasik, playmaker nomor 10 bertanggung jawab menghubungkan pertahanan dan lini tengah dengan penyerang. Mereka dituntut menciptakan peluang melalui dribel cerdas, sentuhan halus, umpan terobosan, kombinasi satu-dua, hingga visi untuk melihat celah yang tidak terlihat pemain lain.

Seiring evolusi permainan, tanggung jawab tersebut berkembang. Playmaker nomor 10 modern tidak hanya dituntut kreatif dengan bola, tetapi juga aktif bergerak tanpa bola.

Mereka perlu masuk ke kotak penalti untuk mendukung penyerang, bergerak melebar ke sisi lapangan, atau mengisi inside channel guna membantu sayap dan bek sayap.

Selain itu, peran ini juga mencakup upaya menciptakan keunggulan jumlah pemain di sisi lapangan agar tim mampu menghasilkan peluang dari area sayap.

Ketika ruang di antara garis lawan tertutup, playmaker nomor 10 modern sering kali turun lebih dalam untuk menerima bola dan memulai serangan dari area yang lebih rendah.

Ancaman gol juga menjadi bagian penting. Seorang nomor 10 diharapkan mampu berlari melewati penyerang, menyerang umpan silang, dan aktif dalam fase kedua serangan setelah bola diarahkan ke penyerang tengah.

Tanggung Jawab Playmaker Nomor 10 Tanpa Bola

Pada masa lalu, playmaker nomor 10 hampir tidak memiliki kewajiban defensif. Mereka diberi kebebasan penuh untuk menunggu momen transisi dan memanfaatkan ruang ketika tim merebut kembali penguasaan bola. Sementara rekan setimnya bertarung di lini tengah, nomor 10 bersiap memulai serangan balik.

Dalam sepak bola modern, situasinya sangat berbeda. Playmaker nomor 10 kini dituntut aktif dalam fase bertahan. Mereka kerap terlibat dalam pressing terhadap bek tengah lawan, membantu pertahanan di sisi lapangan, serta berduel langsung dengan bek sayap lawan di area tinggi.

Selain itu, nomor 10 juga berperan sebagai penyaring jalur umpan ke gelandang bertahan lawan. Dari posisi ini, mereka memblokir jalur progresi bola, memotong umpan vertikal, dan melakukan intersepsi, baik ketika tim menekan tinggi maupun bertahan dalam blok menengah atau rendah.

Contoh Playmaker Nomor 10 Modern

Dalam sepak bola modern, peran playmaker nomor 10 tidak sepenuhnya hilang, tetapi berevolusi mengikuti tuntutan tempo permainan yang semakin tinggi. Sejumlah pemain saat ini masih mampu menjalankan fungsi kreator utama tim, meski dengan gaya dan karakter yang berbeda-beda.

Bruno Fernandes menjadi contoh playmaker nomor 10 yang menggabungkan kreativitas dengan etos kerja tinggi.

Ia dikenal memiliki visi permainan yang tajam, kemampuan mengeksekusi bola mati, serta keberanian mengambil tanggung jawab besar di tengah situasi sulit yang kerap melanda Manchester United. Perannya bukan hanya sebagai pengatur serangan, tetapi juga pemimpin di lapangan.

Sementara itu, Cole Palmer menunjukkan wajah playmaker nomor 10 modern yang lebih fleksibel. Beroperasi di belakang penyerang, Palmer piawai mencari ruang di antara lini lawan.

Kontribusinya terasa jelas karena ia mampu menciptakan peluang sekaligus mencetak gol, menjadikannya pusat kreativitas Chelsea meski usianya relatif muda.

Nama lain yang mencerminkan esensi klasik nomor 10 adalah Florian Wirtz. Dengan sentuhan halus dan kecerdasan membaca permainan, ia berperan penting dalam kesuksesan Bayer Leverkusen menjuarai Bundesliga tanpa kekalahan.

Kemampuannya sebagai kreator sekaligus finisher membuatnya identik dengan playmaker nomor 10 tradisional, meski kini menghadapi tantangan baru bersama Liverpool.

Jamal Musiala menawarkan tipe playmaker nomor 10 yang mengandalkan dribel dan kelincahan. Kemampuannya melewati lawan satu lawan satu serta menemukan ruang sempit membuatnya menjadi ancaman konstan bagi pertahanan lawan. Meski sempat terhambat cedera, potensinya sebagai pengatur serangan Bayern Munich tetap sangat besar.

Di puncak generasi ini, Jude Bellingham merepresentasikan playmaker nomor 10 dengan pengaruh menyeluruh. Di Real Madrid, ia bukan hanya kreator, tetapi juga motor penggerak tim yang kerap menentukan hasil pertandingan lewat gol-gol krusial. Energi, visi, dan mentalitasnya menegaskan bahwa peran nomor 10 masih relevan dalam sepak bola modern.

Figur Legendaris dalam Peran Nomor 10

Sejarah sepak bola dipenuhi oleh playmaker nomor 10 ikonik. Diego Maradona di Napoli, Dennis Bergkamp di Arsenal, Juan Román Riquelme di Boca Juniors, Kaká di AC Milan, hingga David Silva di Manchester City merupakan contoh pemain yang menjadikan peran ini sebagai pusat permainan tim.

Diego Maradona sering dianggap sebagai representasi paling murni dari enganche. Ia adalah definisi playmaker nomor 10 klasik yang bermain di antara garis, menerima tekanan lawan, dan justru semakin berbahaya ketika ruangnya dipersempit.

Momen ikoniknya terjadi pada Piala Dunia 1986, ketika gol keduanya ke gawang Inggris di perempat final menjadi simbol kejeniusan Maradona. 

Lewat kontrol bola rapat, perubahan arah cepat, serta ketenangan luar biasa di bawah tekanan, ia melewati banyak pemain lawan untuk mencetak gol yang kerap disebut sebagai salah satu yang terbaik dalam sejarah sepak bola.

Pada level klub bersama Napoli di era 1980-an, Maradona diberi kebebasan penuh tanpa tanggung jawab defensif. Ia bebas bergerak ke area mana pun yang paling menyakitkan bagi lawan, mengandalkan visi dan kreativitasnya untuk menentukan hasil pertandingan.

Pendekatan ini menegaskan bahwa ketika seorang playmaker nomor 10 memiliki kualitas luar biasa, sistem tim justru dibangun untuk memaksimalkan pengaruhnya.

Kelebihan Menggunakan Playmaker Nomor 10

Kehadiran playmaker nomor 10 meningkatkan peluang tim untuk mengakses ruang di antara lini lawan. Hal ini sangat efektif ketika menghadapi tim dengan dua garis pertahanan datar, seperti formasi 4-4-2.

Pergerakan nomor 10 yang menjauh dari gawang juga mampu menarik bek keluar dari posisinya, menciptakan celah bagi rekan setim. Selain itu, ancaman yang mereka berikan dapat mengalihkan perhatian lawan dari penyerang utama, sehingga membuka ruang di area berbahaya.

Dari sisi defensif, nomor 10 dapat membantu pressing dan menjadi lapisan tambahan untuk menutup jalur umpan ke area sentral.

Kekurangan dan Tantangan pada Sepak Bola Modern

Dalam sepak bola modern yang menuntut intensitas tinggi, pemain dengan kontribusi defensif minim menjadi beban bagi tim. Oleh karena itu, playmaker nomor 10 harus bersedia bekerja keras tanpa bola.

Masalah lain adalah ketergantungan berlebihan pada satu pemain untuk kreativitas. Ketika akses ke nomor 10 berhasil ditutup atau mereka dikawal ketat, produktivitas serangan tim dapat menurun drastis.

Banyaknya tim yang menggunakan satu atau dua gelandang bertahan di depan lini belakang juga membuat ruang kerja nomor 10 semakin sempit. Hal ini berkontribusi pada menurunnya penggunaan playmaker nomor 10 tradisional.

Perkembangan pressing intensif, yang dipopulerkan oleh tim-tim dengan dominasi penguasaan bola dan aturan menekan cepat setelah kehilangan bola, menuntut disiplin posisi tinggi. Kebebasan khas playmaker nomor 10 sering kali bertentangan dengan prinsip ini.

Akibatnya, banyak pelatih lebih memilih gelandang yang kuat secara fisik, dinamis, dan serba bisa dibandingkan spesialis kreatif. Formasi populer seperti 4-3-3, 4-4-2, dan 3-4-3 pun tidak menyediakan ruang alami bagi nomor 10 klasik.

Meski demikian, peran ini tidak sepenuhnya hilang. Beberapa pemain berhasil beradaptasi dengan tuntutan baru, menggabungkan kreativitas dengan kerja defensif dan disiplin posisi.

Playmaker nomor 10 mungkin tidak lagi mendominasi sepak bola seperti dulu, tetapi perannya belum sepenuhnya punah. Evolusi taktik menuntut versi baru dari posisi ini, yakni pemain kreatif yang juga memiliki etos kerja tinggi, fleksibilitas peran, dan kecerdasan bertahan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Bernuansa Retro Modern, Man United Luncurkan Jersei Anyar dari Adidas

Bernuansa Retro Modern, Man United Luncurkan Jersei Anyar dari Adidas

SPORT
Dirumorkan Latih Los Blancos, Bos Madrid Lempar Pujian Buat Mourinho

Dirumorkan Latih Los Blancos, Bos Madrid Lempar Pujian Buat Mourinho

SPORT
Prediksi Real Madrid vs Oviedo: 2 Tim Terluka di Penghujung La Liga

Prediksi Real Madrid vs Oviedo: 2 Tim Terluka di Penghujung La Liga

SPORT
Menang dalam Laga Tunda Kontra Lens, PSG Kunci Gelar Juara Ligue 1

Menang dalam Laga Tunda Kontra Lens, PSG Kunci Gelar Juara Ligue 1

SPORT
Determinasi Alaves Berbuah Kemenangan atas Barcelona di Mendizorroza

Determinasi Alaves Berbuah Kemenangan atas Barcelona di Mendizorroza

SPORT
Jadi Juara Coppa Italia, Inter Catat Gelar Ganda Perdana sejak 2010

Jadi Juara Coppa Italia, Inter Catat Gelar Ganda Perdana sejak 2010

SPORT

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon