Atletico Madrid vs Barcelona, Pengamat Soroti 3 Putusan Krusial Wasit
Rabu, 15 April 2026 | 18:36 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Laga leg kedua perempat final Liga Champions antara Atletico Madrid dan FC Barcelona di Stadion Metropolitano Madrid, Rabu (15/4/2026) dini hari WIB, diwarnai sejumlah keputusan kontroversial dari wasit Clement Turpin.
Meski Barcelona menang 2-1 pada laga ini, hasil tersebut tidak cukup untuk membalikkan keadaan. Pasalnya, mereka kalah 0-2 pada leg pertama di Stadion Camp Nou.
Namun, perhatian publik justru tertuju pada tiga momen krusial yang memicu perdebatan. Seperti dilansir dari Mundo Deportivo, ketiga momen itu dianggap dapat mengubah jalannya laga dan memberi kesempatan Barcelona lolos ke fase berikut.
Kontroversi pertama terjadi pada menit ke-40 ketika gelandang Atletico Marcos Llorente mendorong penyerang Barca Dani Olmo di dalam kotak penalti, saat sang pemain Barcelona sudah menguasai bola dan siap menembak.
Insiden tersebut memicu protes keras dari pemain Barcelona, tetapi Turpin tidak memberikan penalti. Jajaran video assistant referee (VAR) yang dipimpin Jerome Brisard juga tidak menganggap kontak tersebut cukup untuk dianggap sebagai pelanggaran.
“Ini adalah situasi yang sangat tipis. Jika penalti diberikan, tidak akan ada yang memprotes,” kata analis wasit Mundo Deportivo, Cesar Barrenechea Montero.
Memasuki babak kedua, tepatnya pada menit ke-56, Ferran Torres sempat mencetak gol yang membuat skor menjadi 3-1 untuk Barcelona. Namun, setelah peninjauan panjang oleh VAR, gol tersebut dianulir karena offside.
Dalam prosesnya, sempat muncul dugaan handball, tetapi keputusan akhir tetap berfokus pada posisi offside Ferran. Posisinya dianggap offside, ketika rekan setimnya Gavi melepaskan tembakan ke arah gawang Atletico.
“Ketika bola ditendang, arahnya menuju Ferran yang sudah berada dalam posisi offside,” ujar Barrenechea.
Keputusan paling menentukan terjadi pada menit ke-79 saat penyerang Atletico, Alexander Sorloth, dijatuhkan oleh Eric Garcia saat dalam posisi berpeluang mencetak gol.
Awalnya, wasit menganggap situasi tersebut offside. Namun setelah ditinjau VAR, keputusan diubah dan Turpin memberikan kartu merah langsung kepada Eric Garcia.
“Pemain terakhir dalam situasi peluang gol yang jelas. Kartu merah sudah tepat,” ujar Barrenechea.
Pada sisi lain, kubu Atletico juga melayangkan protes atas insiden lain yang melibatkan Gavi. Pemain muda Barcelona itu dinilai melakukan sikutan terhadap bek Matteo Ruggeri.
Namun, Turpin hanya memberikan kartu kuning dan tidak mengubah keputusan meski Ruggeri mengalami pendarahan. VAR juga tidak merekomendasikan perubahan hukuman.
Pertandingan penuh tensi tinggi ini akhirnya dimenangkan Barcelona 2-1, tetapi agregat tetap berpihak kepada Atletico. Tim tuan rumah berhasil melaju ke semifinal, sementara Barcelona harus tersingkir meski sempat memberikan perlawanan sengit.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Cegah Pasien PBI Ditolak RS, Pemerintah Siapkan SKB




