Pelatih Arema Kecewa Mental Pemainnya Rontok Saat Ladeni Persik
Senin, 4 Mei 2026 | 02:17 WIB
Gresik, Beritasatu.com – Pelatih Arema FC, Marcos Santos, menilai kekalahan 2-3 dari Persik Kediri pada lanjutan kompetisi BRI Super League 2025/2026 disebabkan minimnya intensitas dan determinasi pemain pada babak pertama.
“Pada jeda pertandingan saya harus menegur para pemain agar bereaksi. Jika tidak, kami bisa menanggung malu lagi,” kata Marcos dalam konferensi pers setelah laga di Stadion Gelora Joko Samudro, Minggu (3/5/2026).
Marcos menjelaskan, teguran keras saat turun minum menjadi titik balik bagi timnya. Arema FC tampil lebih agresif pada babak kedua dan mampu mencetak dua gol balasan.
“Pemain pada babak pertama belum siap. Setelah jeda mereka mencoba bereaksi dan kembali masuk ke dalam permainan,” ucapnya.
Meski hasil belum sesuai harapan, Marcos menegaskan timnya tetap memburu hasil maksimal pada sisa pertandingan musim ini, meskipun sudah aman dari ancaman degradasi.
“Kami harus terus mencari poin untuk memperbaiki posisi klasemen sekaligus melihat pemain untuk musim depan,” ucapnya.
Sementara itu, pemain Arema FC, Walisson Maia, mengakui timnya tampil di bawah standar pada babak pertama.
“Babak pertama kami sangat jauh dari apa yang mampu kami lakukan,” katanya.
Ia menilai tiga gol yang dicetak Persik Kediri seharusnya bisa dihindari jika tim bermain lebih fokus sejak awal laga. Walisson juga menyebut teguran pelatih saat jeda pertandingan menjadi pemicu kebangkitan tim di babak kedua.
“Kami mencoba membalikkan keadaan dan punya peluang menyamakan skor. Sekarang kami harus evaluasi dan fokus ke laga berikutnya,” ucap Walisson.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Revitalisasi Alun-alun Kota Serang Ditargetkan Rampung Desember 2026




