Tim DVI Pastikan Jenazah Ketiga ATR 42-500 Ester Aprilita
Jumat, 23 Januari 2026 | 17:06 WIB
Makassar, Beritasatu.com - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Biddokkes Polda Sulawesi Selatan yang dibantu Pusdokkes Polri mengidentifikasi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, atas nama Ester Aprilita Binarsinta Sihianibat (26).
Sebelumnya, jenazah korban tiba di Posko DVI Biddokkes Polda Sulsel, Jalan Kumala, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, pada Jumat (22/1/2026) dini hari.
Berdasarkan laporan tim evakuasi di lapangan, jenazah ditemukan di area sekitar bagian ekor pesawat, yang sejak beberapa hari terakhir menjadi fokus penyisiran tim SAR gabungan.
Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Kabiddokkes) Polda Sulsel Kombes Pol Muh Haris menjelaskan, kantong jenazah dengan nomor PM 62 B.04 berhasil diidentifikasi melalui pemeriksaan sidik jari, gigi, properti, dan ciri-ciri khusus, yang seluruhnya sesuai dengan data antemortem nomor 002.
“Korban teridentifikasi atas nama Ester Aprilita Binarsinta Sihianibat, usia 26 tahun, jenis kelamin perempuan, beralamat di Perum Bukit Rancamaya Nomor 1, Blok EDO RT 001 RW 006, Desa Cinggiran, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat,” kata Kombes Pol Muh Haris kepada wartawan.
Dengan identifikasi tersebut, hingga saat ini tiga korban telah berhasil diidentifikasi dari total empat kantong jenazah yang telah diterima tim DVI.
Sementara itu, Kapusident Bareskrim Polri Brigjen Pol Mashudi menambahkan, kondisi jenazah korban masih memungkinkan dilakukan pengambilan sidik jari meskipun terdapat sedikit kendala.
“Kondisi jenazah masih cukup baik, sehingga jaringan tangan dan sidik jari masih dapat diambil. Proses identifikasi dilakukan dengan pembandingan sidik jari jempol tangan kanan antara data postmortem dan data antemortem,” tambahnya.
Ia mengungkapkan, meski sidik jari korban dalam kondisi sedikit kabur, tim tetap berhasil menemukan sejumlah titik kesamaan yang signifikan.
“Dari hasil pembandingan ditemukan titik-titik kesamaan, sehingga secara ilmiah dapat diyakini bahwa kantong jenazah PM 62 B.04 adalah atas nama Ester Aprilita Binarsinta Sihianibat,” jelasnya.
Tim DVI gabungan memastikan proses identifikasi terhadap korban lainnya akan terus dilakukan secara profesional dan hati-hati, serta hasilnya akan disampaikan secara resmi kepada publik dan keluarga korban.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




