ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Banjir Muara Enim Rendam Ratusan Rumah dengan Ketinggian 1 Meter

Selasa, 14 April 2026 | 21:09 WIB
BB
JS
Penulis: Berrie Brima | Editor: JJS
Banjir Muara Enim menenggelamkan ratusan rumah warga akibat ketinggian air mencapai satu meter.
Banjir Muara Enim menenggelamkan ratusan rumah warga akibat ketinggian air mencapai satu meter. (Beritasatu.com/Berrie Brima)

Muara Enim, Beritasatu.com - Banjir di Muara Enim, Sumatera Selatan, merendam ratusan rumah warga, setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut pada Selasa (14/4/2026) dini hari. Genangan air mencapai ketinggian hingga satu meter di sejumlah kawasan permukiman.

Banjir tidak hanya merendam rumah warga, tetapi juga menggenangi sejumlah titik di pusat kota Muara Enim. Beberapa lokasi yang terdampak antara lain depan GOR Pancasila, Jalan Jenderal Sudirman tepatnya di depan Panca Motor, depan kantor bupati Muara Enim, serta Jalan Pangeran Danal di Kelurahan Muara Enim.

Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Muara Enim Abdurrozieq Putra mengatakan, banjir terjadi sekitar pukul 04.00 WIB dini hari akibat curah hujan tinggi yang membuat sistem drainase tidak mampu menampung volume air.

ADVERTISEMENT

“Akibat intensitas hujan yang cukup tinggi, air meluap dan masuk ke rumah warga. Ketinggian air sempat mencapai sekitar 60 hingga 100 sentimeter,” ujar Abdurrozieq Putra kepada wartawan, Selasa (14/4/2026).

Ia menjelaskan, banjir juga dipicu oleh meluapnya Sungai Aur yang berdampak pada ratusan rumah warga di Kelurahan Air Lintang dan Pasar II.

“Di Kelurahan Pasar II tercatat sebanyak 450 kepala keluarga (KK) terdampak, sementara di Kelurahan Air Lintang sebanyak 202 KK,” jelasnya.

Setelah menerima laporan dari masyarakat, BPBD Muara Enim langsung bergerak melakukan penanganan bersama sejumlah instansi terkait.

Dalam proses penanganan bencana, BPBD dibantu oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP), aparat kelurahan, serta personel TNI dan Polri.

“Petugas turun ke lokasi untuk melakukan peninjauan, evakuasi warga menggunakan perahu fiber dan mesin jinjing, serta melakukan kaji cepat bencana. Selain evakuasi, kami juga membantu warga membersihkan rumah dari lumpur sisa genangan air,” katanya.

BPBD juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan karena kondisi cuaca masih berpotensi hujan.

Di sisi lain, warga terdampak banjir mengeluhkan kondisi drainase serta keberadaan kolam retensi yang dinilai belum mampu mengatasi persoalan banjir di wilayah tersebut.

Jupri (35), warga setempat, berharap pemerintah mencari solusi lain agar aliran air tidak hanya bergantung pada Sungai Aur.

“Kami berharap bisa dicarikan solusi lain, aliran air tidak hanya lewat Sungai Aur. Kami sudah sejak 1997 selalu kebanjiran dan belum ada solusi. Sudah ada kolam retensi tapi kami tetap kebanjiran,” katanya.

Keluhan serupa disampaikan Fitra (42), warga Pandawa Lima, Kelurahan Air Lintang, yang telah tinggal di kawasan tersebut selama sekitar 10 tahun.

“Sejak ada kolam retensi, banjir justru lebih sering terjadi. Diduga pintu keluar air terlalu kecil sehingga air tidak lancar mengalir dan akhirnya merendam rumah warga,” ungkapnya.

Menurutnya, banjir kali ini termasuk yang paling parah dibandingkan sebelumnya. Jika sebelumnya genangan hanya setinggi mata kaki, kini air bisa mencapai dada orang dewasa.

“Padahal hujan deras hanya berlangsung beberapa jam, tetapi ketinggian air bisa mencapai 1 sampai 1,5 meter,” katanya.

Ia berharap, pemerintah segera mengevaluasi sistem drainase dan kolam retensi agar mampu menampung serta mengalirkan air dengan baik saat hujan deras.

“Harapan kami pintu air kolam retensi bisa diperbesar supaya air mengalir lancar dan tidak lagi menggenangi rumah warga,” tutupnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon