Pesantren Kilat di SMKN 6 Medan: Ramadan Berkualitas, Iman Naik Kelas
Kamis, 26 Februari 2026 | 17:57 WIB
Medan, Beritasatu.com – Bulan suci Ramadan menjadi momentum emas bagi umat Islam untuk mempertebal iman, tak terkecuali bagi kalangan remaja dan pelajar. Guna membentuk karakter religius siswanya, Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 6 Medan menggelar kegiatan pesantren kilat yang dimulai pada Kamis (26/2/2026).
Bertempat di ruang aula sekolah, Jalan Jambi, Kecamatan Medan Kota, kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 400 siswa dari kelas X, XI, hingga XII. Mengusung tema "Ramadan Berkualitas, Iman Naik Kelas", acara diawali dengan pelaksanaan salat Duha berjemaah yang berlangsung khusyuk.
Seusai salat, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan zikir dan doa bersama yang dipimpin oleh Ikhwan Habibi, guru agama SMKN 6 Medan. Suasana semakin syahdu saat ratusan siswa melakukan tadarus Al-Qur'an massal dengan membaca surat Al-Baqarah yang dipandu oleh delapan perwakilan murid.
Hadirkan Ulama dari Palestina
tarik utama Pesantren Kilat tahun ini adalah kehadiran dua tokoh penceramah berkompeten. Pihak sekolah menghadirkan ustaz Untung Aulia Safri Sitorus dan Syekh Muhammad Walid KH Quenny yang berasal dari Palestina untuk memberikan tausiah serta wawasan global bagi para siswa.
Kepala SMKN 6 Medan, Hervina, menjelaskan bahwa kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini bertujuan untuk mencetak bibit unggul di bidang keagamaan serta memperbaiki etika siswa.
"Kegiatan ini sudah direncanakan jauh hari sebelum Ramadhan. Saya menganggap kegiatan ini sangat penting bagi anak-anak kami karena dapat memberikan hal positif bagi sikap para siswa setelah mendapat pembimbingan selama kegiatan pesantren kilat Ramadan ini," ungkap Hervina.
Guru SMKN 6 Medan, Abdul Azis Bongga, menambahkan bahwa tradisi pesantren kilat di sekolah ini telah eksis sejak tahun 1996. Fokus utamanya adalah pendalaman Al-Qur'an dan penguatan akhlak untuk membentengi remaja dari pengaruh buruk lingkungan.
"Kita tahu sendiri saat ini peredaran narkoba di Kota Medan sudah merajalela, kemudian pergaulan bebas, jadi harus kita bentengilah siswa ini dengan ilmu agama agar terhindar dari hal itu," tegas Abdul.
Antusiasme juga dirasakan oleh para siswa. Faisal, siswa kelas X, mengaku mendapatkan banyak pengalaman baru melalui kegiatan ini. "Setelah saya mengikuti pesantren kilat ini saya banyak mendapatkan pengetahuan dan pengalaman tentang agama. Kebersamaan saat berbuka puasa, salat bernama, dan salat tahajud menjadi kesan bagi saya," tuturnya.
Rangkaian Pesantren Kilat SMKN 6 Medan dijadwalkan berlangsung hingga Sabtu (28/2/2026) dan akan ditutup dengan agenda buka puasa bersama antara guru, staf, dan seluruh peserta didik.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




