Disentil Prabowo Soal Sampah, Koster Pimpin Bersih-bersih Pantai Bali
Jumat, 6 Februari 2026 | 17:13 WIB
Badung, Beritasatu.com – Setelah disorot Presiden Prabowo Subianto dalam rapat koordinasi nasional beberapa waktu lalu, Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan komitmennya menangani sampah dan memerintahkan satuan tugas (satgas) siaga 24 jam untuk mengatasi sampah kiriman di sepanjang bibir pantai Bali.
Sampah kiriman akibat cuaca ekstrem angin barat berupa kayu gelondongan dan plastik menjadi sorotan karena menumpuk di pantai, merusak pemandangan, dan berdampak pada citra Bali sebagai destinasi wisata internasional sejak akhir 2025.
Bersama jajaran Forkopimda Bali, Kosten bergerak cepat melakukan aksi bersih-bersih sampah di tiga pantai sekaligus, Pantai Kedonganan, Pantai Kelan, dan Pantai Jimbaran.
Acara bersih-bersih ini juga dihadiri langsung Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, serta sekitar 5.000 relawan yang terdiri dari TNI, Polri, dan mahasiswa.
Gubernur Koster meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung segera membentuk satgas khusus penanganan sampah kiriman. Ia menegaskan petugas kebersihan harus selalu standby beserta alat untuk mengangkut setiap sampah yang datang dari luar daerah.
“Sampah yang ada di sini tadi seizin bapak menteri akan dibawa ke tempat pembuangan akhir (TPA) Suwung, karena ini merupakan sampah spesifik. Kalau sampah reguler sudah ada jadwalnya sendiri untuk dibawa ke TPA Suwung. Sampah yang kita lihat sekarang berasal dari luar daerah Bali dan datang tidak menentu, terutama pada periode Desember hingga Februari,” jelas Koster kepada awak media, Jumat (6/2/2026).
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali akan terus mengawasi dan mendorong pemerintah kabupaten/kota agar lebih disiplin dan konsisten dalam pengelolaan sampah. Ia menegaskan, kebersihan lingkungan merupakan fondasi utama keberlanjutan pariwisata dan kualitas hidup masyarakat.
“Untuk menyelesaikan sampah ini, saya minta kepada petugas kebersihan maupun satgas sampah setiap jam harus standby secara bergantian. Selama ini hanya dua kali saja petugas ada di sini pagi dan sore hari. Nanti tidak boleh seperti itu, harus ada setiap saat petugas, truk, dan alat di sini, sehingga sampah yang datang langsung dikumpulkan dan dibawa ke TPA Suwung,” pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




