ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Tradisi Ngadu Tabeh Bedug di Lebak, Meriahkan Ramadan dengan Harmoni

Senin, 10 Maret 2025 | 13:00 WIB
B
R
Penulis: Budiman | Editor: RZL
Tradisi ngadu tabeh bedug, yang dilakukan oleh warga Kampung Pojok, Desa Curug Badak, Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak, Banten.
Tradisi ngadu tabeh bedug, yang dilakukan oleh warga Kampung Pojok, Desa Curug Badak, Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak, Banten. (Beritasatu.com/Budiman)

Lebak, Beritasatu.com – Beragam tradisi turun-temurun diwariskan oleh leluhur di Indonesia untuk menyambut Ramadan. Salah satunya adalah tradisi ngadu tabeh bedug, yang dilakukan oleh warga Kampung Pojok, Desa Curug Badak, Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak, Banten.

Suara tabehan bedug menggema dari halaman Musholla Al-Mukhlisin, menciptakan harmonisasi nada yang unik. Tradisi ini digelar setiap malam setelah salat tarawih hingga menjelang sahur, sekitar pukul 02.00 WIB dini hari.

Tidak hanya bapak-bapak dan pemuda yang ikut serta dalam tradisi ini, tetapi juga ibu-ibu dan anak-anak turut ambil bagian. Warga yang berkumpul pun tampak antusias, sesekali memberikan semangat kepada para penabuh bedug.

ADVERTISEMENT

Menariknya, tradisi ini tidak hanya diikuti oleh warga Kampung Pojok, tetapi juga warga dari luar kampung yang ingin merasakan kemeriahan acara ini.

Menurut Murtisah, salah satu warga Kampung Pojok, ngadu tabeh bedug merupakan tradisi turun-temurun yang terus dijaga setiap Ramadan.

"Alhamdulillah, setiap tahun kami mengadakan tradisi ini untuk menghibur warga dan menjaga kebersamaan," ujarnya saat ditemui di lokasi kegiatan, Minggu (9/3/2025) malam.

Murtisah menambahkan tradisi ini tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai bentuk rasa syukur dan sarana mempererat silaturahmi antarwarga.

"Kami ingin menjaga erat tali persaudaraan dengan warga kampung lain di Desa Curug Badak," tambahnya.

Tradisi ngadu tabeh bedug adalah warisan nenek moyang yang hanya digelar saat Ramadan.

"Ini sudah menjadi tradisi turun-temurun dari leluhur kami, dan selalu kami laksanakan setiap tahun menjelang puasa," ungkapnya.

Ia juga menjelaskan kegiatan ini tidak hanya dilakukan di kampung mereka, tetapi juga dalam bentuk perlombaan di berbagai kampung sekitar.

"Kadang kami bertanding di kampung sebelah, begitu juga sebaliknya. Ini menjadi ajang silaturahmi antarwarga," pungkasnya.

Warga berharap tradisi ngadu tabeh bedug terus dilestarikan sebagai bagian dari budaya lokal yang mempererat kebersamaan. Tradisi ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga cerminan nilai-nilai gotong royong dan persaudaraan yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT