ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Polisi Periksa 3 Opang di Tigaraksa Paksa Penumpang Bawa Bayi Turun

Minggu, 27 Juli 2025 | 20:37 WIB
WK
IC
Penulis: Wawan Kurniawan | Editor: CAH
Pengemudi ojek pangkalan memaksa membuka pintu mobil dan meminta penumpang wanita yang membawa bayi dan suaminya untuk turun di Stasiun Tigaraksa.
Pengemudi ojek pangkalan memaksa membuka pintu mobil dan meminta penumpang wanita yang membawa bayi dan suaminya untuk turun di Stasiun Tigaraksa. (Istimewa/Istimewa)

Tangerang, Beritasatu.com - Polresta Tangerang turun tangan menyelidiki video viral aksi pengadangan taksi online (taksol) oleh sejumlah pengemudi ojek pangkalan (opang) di Stasiun Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten.

Kapolresta Tangerang Kombes Indra Waspada mengatakan pihaknya sedang melakukan penyelidikan terkait peristiwa tersebut. Tiga pengemudi ojek pangkalan berinisial A, N, dan J kini sedang dimintai klarifikasi di Polsek Cisoka.

"Kami mohon waktu untuk saat ini, karena semuanya masih dalam proses penyelidikan. Yang terpenting semuanya jangan sampai termakan hasutan apa pun, serahkan kepada kami pihak kepolisian yang menanganinya," kata Indra di Mapolresta Tangerang, Minggu (27/7/2025).

Polresta Tangerang juga akan memfasilitasi pertemuan antara kelompok pengemudi ojek online dan taksi online dengan pengemudi ojek pangkalan untuk melakukan mediasi, agar peristiwa serupa tidak terjadi lagi di Stasiun Tigaraksa.

ADVERTISEMENT

"Saya mendapat informasi memang dahulu ada perjanjian antara ojek pangkalan dengan pengemudi online. Nanti kita akan fasilitasi, kita akan kutemukan lagi untuk mencari solusi terbaik. Jangan sampai penumpang menjadi korban," tutur Indra.

Indra juga menegaskan, Satreskrim Polresta Tangerang akan terus mendalami peristiwa itu. Langkah ini sebagai bentuk respons cepat pihak kepolisian untuk menindaklanjuti laporan dari masyarakat.

Kronologi Kejadian

Aksi pengadangan itu viral di media sosial dan mendapat banyak sorotan dari warganet. Dalam video tersebut, pengemudi ojek pangkalan memaksa membuka pintu mobil dan meminta penumpang wanita yang membawa bayi dan suaminya untuk turun. Insiden ini membuat penumpang histeris dan meluapkan emosinya.

Pasalnya, salah satu pengemudi ojek pangkalan terlihat membawa batu dan seolah-olah bersiap untuk merusak mobil.

Saksi mata, Enok, mengatakan peristiwa pengadangan taksi online tersebut terjadi pada Jumat (25/7/2025). Seorang ibu yang membawa bayi dan suaminya baru saja turun dari kereta dan memesan taksi online

Namun, setelah mobil taksi online melaju beberapa meter, mereka diadang oleh pengemudi ojek pangkalan yang berada di depan Stasiun Tigaraksa. Pengemudi ojek pangkalan meminta mereka untuk turun dari taksi online tersebut.

"Semua pengemudi ojek pangkalan yang ada di stasiun mengadang. Pintunya dibuka, terus mereka diminta turun, padahal saat itu kondisinya hujan. Saya juga merasa kasihan pada bayinya," ujarnya.

Menurut Enok, penurunan paksa penumpang ojek dan taksi online sudah beberapa kali terjadi. Ia menyebutkan pengemudi ojek pangkalan telah membuat aturan yang melarang ojek online dan taksi online masuk ke Stasiun Tigaraksa.

"Saya sering melihat kejadian seperti itu, tetapi kemarin penumpangnya membawa bayi. Dahulu juga ada penumpang yang dipaksa turun, dan dia akhirnya mengalah. Di sini, ojek online dan taksi online dilarang mengambil penumpang," ungkapnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT