ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Lansia di Lebak Nyaris Tewas akibat Rumah Tak Layak Huni Ambruk

Minggu, 29 Maret 2026 | 19:38 WIB
B
DM
Penulis: Budiman | Editor: DM
Nasib tragis dialami Saniah (70), warga Kampung Kumpay, Desa Maraya, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak, Banten. Rumah yang telah lama tidak layak huni tiba-tiba ambruk pada Sabtu, 28 Maret 2026 sekitar pukul 12.30 WIB dan menimpa dirinya.
Nasib tragis dialami Saniah (70), warga Kampung Kumpay, Desa Maraya, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak, Banten. Rumah yang telah lama tidak layak huni tiba-tiba ambruk pada Sabtu, 28 Maret 2026 sekitar pukul 12.30 WIB dan menimpa dirinya. (Istimewa)

Lebak, Beritasatu.com - Nasib tragis dialami Saniah (70), warga Kampung Kumpay, Desa Maraya, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak, Banten. Rumah yang telah lama tidak layak huni tiba-tiba ambruk pada Sabtu (28/3/2026) sekitar pukul 12.30 WIB dan menimpa dirinya.

Akibat kejadian tersebut, Saniah mengalami luka-luka dan sempat tidak sadarkan diri setelah tertimpa puing bangunan yang terbuat dari kayu dan anyaman bambu.

Berdasarkan video yang beredar, kondisi rumah korban tampak rata dengan tanah. Perekam menyebut bangunan tersebut roboh dengan sendirinya karena sudah sangat rapuh dan selama bertahun-tahun belum mendapat perbaikan.

ADVERTISEMENT

“Rumah Ibu Saniah roboh sendiri karena sudah tidak layak huni. Tadi sempat pingsan, sekarang sudah sadar, tetapi mengalami luka-luka,” ujar perekam dalam video, Minggu (29/3/2026).

Ketua BPD Desa Maraya, Nasrudin, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menjelaskan rumah Saniah memang sudah lama dalam kondisi memprihatinkan dan sempat diusulkan untuk mendapatkan bantuan perbaikan rumah tidak layak huni.

“Benar, kejadiannya sekitar pukul 12.30 WIB. Rumah tersebut memang belum sempat diperbaiki. Ibu Saniah tergolong warga sangat miskin dan sempat terkendala administrasi, seperti tidak memiliki KTP dan KK,” jelasnya.

Menurut Nasrudin, kendala administrasi menjadi penyebab utama tertundanya bantuan. Dokumen kependudukan korban baru selesai diurus beberapa bulan terakhir.

Saat kejadian, Saniah berada di dalam rumah. Warga sempat mengira korban meninggal dunia karena tidak sadarkan diri selama kurang lebih dua jam. “Saat ini sudah sadar, tetapi mengalami luka terutama pada bagian pinggang. Rencananya akan dibawa ke puskesmas untuk penanganan lebih lanjut,” ujarnya.

Pascakejadian, Saniah untuk sementara tinggal di rumah kerabat. Namun, kondisi rumah tersebut juga tidak jauh berbeda dan dinilai kurang layak huni. Nasrudin mengungkapkan, masih banyak rumah tidak layak huni di Desa Maraya. Dari sekitar 1.100 keluarga, diperkirakan sekitar 200 rumah membutuhkan bantuan perbaikan. 

“Selama ini sudah ada sekitar 50 rumah yang diperbaiki pada 2023 dan 2024. Namun, tahun ini belum bisa direalisasikan karena adanya efisiensi anggaran,” katanya.

Nasrudin juga menyebutkan, Saniah belum pernah menerima bantuan sosial, seperti program keluarga harapan (PKH) maupun bantuan pangan non tunai (BPNT) akibat masalah data administrasi.

Pihak desa bersama aparat TNI, Polri, dan tenaga kesejahteraan sosial kecamatan (TKSK) telah turun langsung ke lokasi untuk penanganan awal. Koordinasi dilakukan mulai dari tingkat RT dan RW hingga aparat desa, dengan respons cepat dari aparat keamanan yang tiba di lokasi sekitar dua jam setelah dihubungi.

Nasrudin berharap pemerintah segera memberikan bantuan pembangunan rumah bagi Saniah. Ia memastikan masyarakat siap bergotong royong membantu proses pembangunan jika ada dukungan anggaran. “Harapannya ada bantuan untuk membangun kembali rumahnya. Warga siap membantu tenaga, yang penting ada modal awal,” pungkasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

15 Warga Italia Belajar Pencak Silat Tradisional di Lebak

15 Warga Italia Belajar Pencak Silat Tradisional di Lebak

BANTEN
Gate Parkir Diberlakukan, Omzet Pedagang Pasar Sampay Turun

Gate Parkir Diberlakukan, Omzet Pedagang Pasar Sampay Turun

BANTEN
Seba Baduy 2026: Pesan Alam hingga Sindiran Korupsi

Seba Baduy 2026: Pesan Alam hingga Sindiran Korupsi

BANTEN
38 Warga Baduy Dalam Jalan 50 Km Tanpa Alas Kaki Ikuti Seba Baduy 2026

38 Warga Baduy Dalam Jalan 50 Km Tanpa Alas Kaki Ikuti Seba Baduy 2026

BANTEN
Pelaku Injak Al-Qur’an di Lebak Minta Maaf dan Mengaku Dipaksa

Pelaku Injak Al-Qur’an di Lebak Minta Maaf dan Mengaku Dipaksa

BANTEN
Respon MUI Soal Al-Qur'an Dinjak-injak di Lebak yang Viral di Medsos

Respon MUI Soal Al-Qur'an Dinjak-injak di Lebak yang Viral di Medsos

BANTEN

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon