ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Banjir di Demak, KPU Jateng Siapkan Opsi Pemungutan Suara Susulan

Senin, 12 Februari 2024 | 12:58 WIB
MM
SL
Penulis: Muhammad Maulana Machmuddin | Editor: LES
Ketua KPU Jawa Tengah Handi Tri Ujiono.
Ketua KPU Jawa Tengah Handi Tri Ujiono. (Beritasatu/Muhammad Maulana)

Semarang, Beritasatu.com - Banjir yang masih menggenangi beberapa wilayah di Kabupaten Demak membuat KPU Jawa Tengah menyiapkan rencana pemungutan suara susulan untuk Kecamatan Karanganyar dan Kabupaten Demak yang masih terdampak. 

Penundaan pemungutan suara ini akan digelar maksimal 10 hari setelah hari H pada 14 Februari 2024. 

Ketua KPU Jawa Tengah, Handi Tri Ujiono menyebutkan, meskipun ada empat desa tidak terdampak banjir, tetapi sangat tidak mungkin untuk dilakukan pemungutan suara di tanggal 14 Februari. 

ADVERTISEMENT

"Menurut informasi memang ada empat desa yang tidak terdampak langsung banjir tetapi memang tidak memungkinkan untuk dilaksanakan pemungutan suara di 14 Februari, sehingga memang usulan seluruh wilayah Kecamatan Karanganyar nanti kita akan rekomendasikan untuk dilaksanakan pemungutan suara susulan," Kata Handi seusai apel pasukan pengamanan pemilu di Lapangan Simpang Lima Semarang, Senin (12/2/2024). 

Handi menyebutkan, dari 180 tempat pemungutan suara (TPS) di Kecamatan Karanganyar, 123 TPS terdampak banjir dan 60 TPS yang berada di empat desa digunakan untuk tempat pengungsian.

"Kalau yang terdampak langsung itu 123 TPS, kemudian untuk yang tidak terdampak 60 TPS, tetapi yang tidak terdampak pun karena menjadi tempat pengungsian kemudian kita rekomendasikan untuk dilakukan pemungutan suara susulan," jelas Handi.

Selain TPS terendam banjir, Handi menyebut ada beberapa warga Demak yang menungsi ke wilayah Kudus sehingga sulit untuk mengurus administrasi pindah memilih. 

"Problematika kembali terkait dengan pemilih yang mengungsi ke wilayah Kabupaten Kudus. Wilayahnya sudah berbeda, terus kita juga pengadministrasiannya ada beberapa hal yang perlu kita harus lidik kembali, karena kan mereka mengungsi istilahnya enggak mengurusi surat undangan memilih ataupun kadang bahkan KTP juga enggak dibawa," ucapnya.

Namun Handi juga memastikan, logistik masih tersimpan rapi di gudang Kabupaten Demak."Kalau logistiknya aman, masih di gudang kabupaten," kata Handi

Sementara itu, Kapolda Jawa Tengah Irjen Polisi Ahmad Luthfi menyebut masih ada 15.000 orang yang mengungsi akibat banjir di Demak ke Kudus.

"Jadi untuk wilayah Demak, kita sudah koordinasi dengan KPU kita termasuk hari ini kita cek, ada 15.000 pengungsi sebagian di Demak ada yang ke Kudus, sehingga hari ini rekomendasinya dari 15.000 itu tersebar di 117 TPS. Nanti akan kita rekomendasikan untuk mengadakan pemilu susulan, tetapi itu masih tunggu ketentuan KPU Pusat," kata Luthfi.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Demak Anggarkan Rp 3 Miliar untuk Normalisasi Sungai Tuntang Lama

Demak Anggarkan Rp 3 Miliar untuk Normalisasi Sungai Tuntang Lama

JAWA TENGAH
Pilih Tidur di Kursi Kayu, Mulyono Bertahan dari Genangan Banjir Demak

Pilih Tidur di Kursi Kayu, Mulyono Bertahan dari Genangan Banjir Demak

JAWA TENGAH
Banjir Demak Rusak Infrastruktur, 1.948 Warga Terdampak dan 1 Wafat

Banjir Demak Rusak Infrastruktur, 1.948 Warga Terdampak dan 1 Wafat

JAWA TENGAH
Banjir Demak, Warga Terserang Penyakit dan Minim Bantuan

Banjir Demak, Warga Terserang Penyakit dan Minim Bantuan

JAWA TENGAH
Belum Surut, Banjir Dampak Tanggul Jebol Masih Rendam Desa Dukun Demak

Belum Surut, Banjir Dampak Tanggul Jebol Masih Rendam Desa Dukun Demak

JAWA TENGAH
Banjir di Demak, Siswa SDN 1 Ploso Belajar di Musala

Banjir di Demak, Siswa SDN 1 Ploso Belajar di Musala

JAWA TENGAH

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon