Pilbup Kediri 2024: Mas Dhito Siap Realisasikan Program Listrik Masuk Sawah
Senin, 14 Oktober 2024 | 22:24 WIB
Kediri, Beritasatu.com - Calon bupati Kediri nomor urut 2 Hanindhito Himawan Pramana, melakukan pertemuan dengan tokoh lintas agama, petani, dan pengusaha di Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, Senin (14/10/2024). Dalam pertemuan tersebut, Mas Dhito, sapaan akrabnya, akan merealisasikan program Listrik masuk sawah.
Ia juga akan memprioritaskan pendidikan, kesehatan, dan sosial jika kembali terpilih menjadi bupati Kediri untuk kali kedua.
Mendengar tersebut, salah satu tokoh Sugiyanto menyatakan, keinginannya akan keberadaan sekolah menengah pertama (SMP) di Kecamatan Ngadiluwih. Hal ini karena saat ini tiga bangunan SMP di Ngadiluwih tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan pendidikan anak-anak.
"Izin Mas Dhito, kalau bisa di Kecamatan Ngadiluwih ada penambahan sekolah SMP, khususnya di Desa Tales Kecamatan Ngadiluwih. Karena anak-anak khususnya di Desa Tales, kebingungan saat mencari sekolah SMP pada tahun ajaran baru," kata Sugiyanto.
Menanggapi usulan tersebut, Mas Dhito sangat setuju untuk menambah bangunan SMP di Ngadiluwih. Karena pendidikan salah satu program yang menjadi prioritasnya, jika ia kembali terpilih menjadi bupati Kediri.
"Saya bulan Oktober mendatang, masa cuti saya habis dan saya kembali menjadi bupati Kediri. Saya juga setuju untuk menambah bangunan SMP di Kecamatan Ngadiluwih. Kita masih hitung anggarannya," kata Mas Dhito.
Mas Dhito juga mengatakan, jika dirinya dan Mbak Dewi terpilih kembali pada Pilbup Kediri 27 November mendatang, pihaknya sidap merealisasikan program listrik masuk sawah. Hal itu karena banyak petani yang membutuhkan sesuatu untuk mengaliri sawahnya. Rata-rata mereka menggunakan tabung elpiji atau menggunakan diesel. Namun, jika menggunakan diesel, solarnya mahal.
"Program listrik ini sudah berjalan di Pelemahan dan Kayen. Kita sudah koordinasi dengan PLN dan juga Pertamina. Nanti untuk petani akan menggunakan gas elpiji paket konversi, yakni tetap boleh menggunakan tabung tetapi bukan tabung yang diperuntukkan untuk masyarakat, jadi kita pisahkan,” katanya.
Menurut Mas Dhito, dukungan PLN dalam program listrik masuk sawah tersebut bisa dilakukan dengan percepatan pemasangan jaringan baru, keringanan biaya pemasangan dan tarif listrik untuk pertanian.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




