Begini Kisah Pilu Romelu Lukaku di Masa Kecil
Senin, 12 Oktober 2020 | 08:47 WIB
Milan, Beritasatu.com - Penyerang Inter Milan yang juga pemain Timnas Belgia, Romelu Lukaku, berbagi kisah pilu masa kecilnya selama di Belgia. Ia menceritakan, ketika masih kecil, orang tuanya rela tidak makan malam demi dia dan saudaranya bisa menikmati makanan.
"Ketika bapak saya berhenti bermain sepakbola profesional, saya masih berusia enam tahun dan ibu saya didiagnosa menderita diabetes. Kami lalu melewati tahun-tahun yang sangat sulit. Ibu saya tidak punya uang untuk merawat kesehatannya, sehingga meski sakit, ia memaksa diri untuk bekerja di restoran. Saya dan saudara saya pergi dengan dia setelah pertandingan. Ayah dan ibu saya rela tidak makan malam demi kami berdua," ujarnya dalam wawancara dengan media Italia, La Gazzetta della Sport, sebagaimana dikutip dari Marca.com.
Karena itu, ketika sudah besar, Lukaku bekerja keras untuk melakukan apa pun demi ibunya, atas apa yang sudah dilakukannya untuk dia. "Setiap kali saya habis mencetak gol, saya membuat tanda "A" yang didedikasikan untuk ibu saya, Adolphine, karena tanpa dia, tidak mungkin saya menjadi seperti sekarang ini," imbuhnya.
Dari ayahnya, Lukaku juga mendapat banyak hal lewat pelajaran-pelajaran tentang hal-hal sederhana. "Setiap hari ia mengajarkan saya tentang disiplin dan mental yang benar, baik pada saat latihan di lapangan maupun dalam kehidupan di luar lapangan. Dia mengajarkan kepada saya agar menghormati siapa pun yang dijumpai, mengucapkan halo, dan melihat orang saat berbicara. Ini hal-hal kecil, tetapi sangat membantu saya setiap hari," kisah Lukaku lebih lanjut.
Lukaku mengawali karier profesionalnya bersama klub Belgia, Anderlecht, dengan menandatangani kontrak berdurasi satu musim pada 13 Mei 2009 ketika masih berusia 16 tahun.
"Dia (ayahnya) memiliki video tentang koleksi golnya dan salah satunya adalah saat melawan Anderlecht. Ini yang membuat kepala saya sakit karena ia mencetak gol ke gawang klub yang amat saya cintai di Belgia. Sejak kecil, saya sangat ingin bermain bersama mereka (Anderlecht) dan kemudian mimpi itu menjadi kenyataan," ceritanya.
Sekarang, Lukaku menjadi pemain bintang di Serie A Italia, setelah tampil gemilang bersama Inter Milan. Musim ini, ia sudah mencetak tiga gol dalam tiga pertandingan Serie A. Musim lalu, ia menyumbang 34 gol di semua kompetisi untuk Nerazzuri dan mengantar klub asal kota mode Milan itu menjadi runner up Liga Serie A dan tembus hingga final Liga Europa.
Namun, bintang yang didapatnya tidak lahir begitu saja. Ada peran besar dari kedua orang tuanya. Dan, prestasi besar itu lahir dari ketidakpunyaan yang mereka miliki. Meskipun, ayahnya adalah mantan seorang pemain sepakbola profesional di Belgia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




