ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Ekonomi Naik, Daya Beli Terjepit

Kamis, 14 Mei 2026 | 14:41 WIB
SM
SM
Penulis: Salman Mardira | Editor: SMR
Pengunjung melintas di pusat perbelanjaan Kuningan City Mall, Jakarta, Senin, 13 April 2026. Ekonomi Indonesia secara tahunan tumbuh sebesar 5,61% pada kuartal I 2026, tetapi dampaknya belum begitu dirasakan masyarakat, terutama kalangan menengah.
Pengunjung melintas di pusat perbelanjaan Kuningan City Mall, Jakarta, Senin, 13 April 2026. Ekonomi Indonesia secara tahunan tumbuh sebesar 5,61% pada kuartal I 2026, tetapi dampaknya belum begitu dirasakan masyarakat, terutama kalangan menengah. (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)

Purbaya menekankan pentingnya memperbaiki iklim usaha agar lebih efisien sehingga pelaku usaha lebih mudah melakukan ekspansi, berinvestasi, dan menciptakan lapangan kerja.

Dia juga menyoroti besarnya peran sektor swasta dalam perekonomian nasional. Pertumbuhan tidak bisa hanya mengandalkan program pemerintah karena sebagian besar aktivitas ekonomi justru digerakkan oleh dunia usaha.

Untuk menjaga sektor swasta tetap bergerak, pemerintah memastikan likuiditas di sistem keuangan tetap cukup sehingga pelaku usaha memiliki akses pembiayaan modal kerja.

Sebagai menteri keuangan, Purbaya juga meminta pelaku usaha tidak terlalu khawatir terhadap kondisi ekonomi ke depan. Ia menilai arah ekonomi nasional masih membaik, seiring kuatnya pertumbuhan pada kuartal I 2026.

ADVERTISEMENT

“Harusnya pebisnis tidak usah takut, kita akan membaik terus ke depan,” katanya.

Selain itu, pemerintah akan kembali memperketat pengawasan pasar domestik dari barang-barang ilegal. Langkah ini dilakukan untuk melindungi industri dalam negeri agar tidak terganggu oleh produk ilegal yang masuk ke pasar.

Pemerintah juga menyiapkan stimulus pajak pembelian kendaraan listrik yang ditargetkan mulai berjalan pada Juni 2026. Insentif itu menyasar 200.000 kendaraan listrik, terdiri dari 100.000 motor listrik dan 100.000 mobil listrik.

Sementara itu, Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun mengatakan pertumbuhan ekonomi secara tahunan yang mencapai 5,61% pada kuartal I 2026 menunjukkan ketangguhan Indonesia di tengah dinamika global.

“Angka 5,61% ini menunjukkan ekonomi kita cukup tangguh. Artinya, kebijakan pemerintah berjalan di jalur yang tepat,” kata Misbakhun.

Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil konsistensi kebijakan fiskal, moneter, dan sektor keuangan dalam meredam dampak konflik global, termasuk krisis energi. Namun, dia mengingatkan risiko eksternal masih tinggi. Tekanan terhadap nilai tukar rupiah yang melemah serta penurunan cadangan devisa hingga US$ 8,4 miliar menunjukkan kuatnya pengaruh kondisi global terhadap ekonomi domestik.

“Tekanan terhadap rupiah dan cadangan devisa ini harus diantisipasi karena menunjukkan kita masih sangat dipengaruhi kondisi global,” katanya.

Reporter: Akmalal Hamdhi, Bambang Ismoyo, Addin Anugrah Siwi, Antara.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Ekonom Dorong Reindustrialisasi untuk Perluas Kerja Formal RI

Ekonom Dorong Reindustrialisasi untuk Perluas Kerja Formal RI

EKONOMI
Purbaya Yakin Ekonomi Semester II 2026 Tumbuh di Atas 5,5 Peren

Purbaya Yakin Ekonomi Semester II 2026 Tumbuh di Atas 5,5 Peren

EKONOMI
Ekonom Ungkap Tantangan Kejar Target Ekonomi Tumbuh 6 Persen pada 2026

Ekonom Ungkap Tantangan Kejar Target Ekonomi Tumbuh 6 Persen pada 2026

EKONOMI
Kelas Menengah Menyusut, Pertumbuhan Ekonomi RI Dinilai Rapuh

Kelas Menengah Menyusut, Pertumbuhan Ekonomi RI Dinilai Rapuh

EKONOMI
Purbaya Bingung Ekonomi Tinggi Diributkan, Jelek Dikritik

Purbaya Bingung Ekonomi Tinggi Diributkan, Jelek Dikritik

EKONOMI
Sektor Pangan Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Sektor Pangan Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi Nasional

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon