ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Alasan Crazy Rich Jambi Ikuti Kasus Pembunuhan Kacab Bank

Selasa, 16 September 2025 | 18:38 WIB
AT
AD
Penulis: Andrew Tito | Editor: AD
Jumpa pers kasus pembunuhan kacab bank BUMN di Polda Metro Jaya.
Jumpa pers kasus pembunuhan kacab bank BUMN di Polda Metro Jaya. (Beritasatu.com/Andrew Tito)

Jakarta, Beritasatu.com - Polda Metro Jaya membeberkan kronologi dan motif di balik penculikan serta pembunuhan M Ilham Pradipta (37), kepala kantor cabang pembantu (KCP) sebuah bank di Jakarta Pusat.

Kasus ini melibatkan 15 tersangka, termasuk seorang pengusaha bimbel online yang dikenal sebagai crazy rich Jambi, serta dua anggota TNI AD. Aksi ini dimulai dari rencana membobol rekening dormant.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Wira Satya Triputra menjelaskan, awal kasus ini bermula ketika tersangka Candy alias Ken, seorang wiraswasta, bertemu dengan Dwi Hartono (DH).

ADVERTISEMENT

Dalam pertemuan tersebut, Candy membahas rencana pemindahan uang dari rekening dormant milik sejumlah bank. Informasi rekening dormant tersebut didapat Candy dari rekannya berinisial S.

“Namun untuk melaksanakan hal itu, diperlukan persetujuan atau otoritas kepala bank,” ujar Wira dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Selasa (16/9/2025).

Setelah gagal menemukan kepala cabang bank yang bersedia diajak bekerja sama untuk memindahkan dana dormant ke rekening penampungan, muncul ide penculikan. Candy dan Dwi Hartono sebelumnya telah berupaya mendekati sejumlah kepala cabang, tetapi semua usaha tersebut berakhir tanpa hasil.

Pada pertemuan tanggal 20 Juli, Candy menyampaikan dua opsi ancaman kepada tersangka Dwi Hartono dan rekannya, Antonius Aditia. Pertama, mengancam dan melepaskan korban dan kedua mengancam dan membunuh korban. Dari diskusi ini, Dwi Hartono kemudian mengajukan nama Ilham Pradipta sebagai target.

Nama Ilham diketahui DH melalui kartu nama yang diberikan oleh salah satu rekannya. Kombes Wira menekankan bahwa pemilihan korban secara acak berdasarkan kartu nama, tanpa adanya hubungan pribadi sebelumnya.

“Kacab ini dipilih karena DH mencari kenalan kepala cabang dan temannya hanya memberikan kartu nama. Dari situ dilakukan pembuntutan,” jelasnya.

Ilham diculik dari pusat perbelanjaan di Ciracas, Jakarta Timur, pada Rabu (20/8/2025). Jasadnya ditemukan keesokan harinya di persawahan Serang Baru, Bekasi.

Dalam penyidikan, polisi telah menangkap 15 orang tersangka, termasuk Dwi Hartono yang memiliki usaha bimbel online. Selain itu, dua prajurit TNI AD, Serka N dan Kopda FH, juga ditetapkan sebagai tersangka.

Polisi memastikan bahwa motif utama para tersangka adalah pemindahan uang dari rekening dormant ke rekening penampungan. Rekening dormant merupakan rekening yang tidak aktif digunakan untuk transaksi minimal tiga bulan.

“Motif para pelaku yaitu berencana melakukan pemindahan uang dari rekening dormant ke rekening penampungan yang telah dipersiapkan,” ujar Wira.

Kasus ini menegaskan risiko keamanan yang bisa muncul dari penyalahgunaan rekening dormant dan menunjukkan bagaimana motif finansial dapat memicu aksi kriminal serius, bahkan melibatkan kekerasan hingga pembunuhan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon