ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kala Api Kembali Menguji Jakarta, Risiko Lama di Jantung Kota

Senin, 15 Desember 2025 | 18:11 WIB
S
S
Penulis: Sukarjito | Editor: JTO
Petugas Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Dinas Gulkarmat) melakukan proses pemadaman kebakaran di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin 15 Desember 2025.
Petugas Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Dinas Gulkarmat) melakukan proses pemadaman kebakaran di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin 15 Desember 2025. (Antara/Fakhri Hermansyah)

Jakarta, Beritasatu.com - Pagi belum sepenuhnya terang ketika kepulan asap hitam menjulang dari Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur pada Senin (15/12/2025), sekitar pukul 07.24 WIB. Aktivitas distribusi pangan terbesar di ibu kota mendadak terhenti.

Api menyala di antara los-los semipermanen, merambat cepat pada ruang yang sejak lama padat material mudah terbakar. Dalam hitungan menit, kepanikan menyebar, dan sirene pemadam kebakaran memecah lalu lintas di Jalan Raya Bogor.

Peristiwa di Kramat Jati bukan kejadian tunggal. Sepanjang Oktober 2025, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta mencatat 83 peristiwa kebakaran. Angka itu naik 5,06% dibandingkan September 2025 yang mencatat 79 kejadian. Meski lebih rendah dibandingkan Oktober 2024 yang berjumlah 84 kejadian, tren ini menegaskan satu hal, yakni kebakaran masih menjadi ancaman rutin di Jakarta.

ADVERTISEMENT

Dalam kurun dua tahun terakhir hingga Oktober 2025, fluktuasi kebakaran di ibu kota tampak jelas. Puncaknya terjadi pada Oktober 2023 dengan 103 kejadian. Titik terendah tercatat pada April 2024 dan Mei 2025, masing-masing 54 kejadian.

Juli 2025 sempat menjadi bulan dengan jumlah kebakaran tertinggi dalam setahun terakhir, yakni 86 peristiwa. Data itu menunjukkan kebakaran bukan sekadar insiden musiman, melainkan risiko struktural yang terus berulang.

Api di Jantung Distribusi Pangan

Di Pasar Induk Kramat Jati, api pertama kali dilaporkan warga sekitar. Kepala Seksi Operasional Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur, Abdul Wahid, menyebut laporan diterima pada pukul 07.24 WIB. Empat menit kemudian, unit pemadam dari Pos Kramat Jati tiba di lokasi. Proses pemadaman dimulai pukul 07.29 WIB.

Objek yang terbakar adalah area pasar, tepatnya los buah Blok C. Sebanyak 16 unit mobil pemadam kebakaran dengan dukungan sekitar 80 personel dikerahkan pada tahap awal. "Status kebakaran sempat ditetapkan merah, menandakan api belum sepenuhnya terkendali dan berpotensi meluas," ujar Abdul Wahid.

Asap hitam pekat membubung hingga sekitar 20 meter. Dari kejauhan, langit tampak gelap. Di dalam area pasar, pedagang berlarian menjauh dari kios masing-masing. Aparat kepolisian dan petugas keamanan pasar berupaya mengosongkan area, memastikan tidak ada warga yang terjebak di sekitar titik api.

Di Kramat Jati, kebakaran terjadi saat sebagian kios baru kembali beroperasi. Pedagang baru saja menerima pasokan dagangan. Kerugian material tidak terhindarkan. Banyak di antara mereka kehilangan sumber penghidupan dalam waktu singkat.

Direktur Utama Pasar Jaya Agus Himawan menyampaikan, perusahaan daerah itu menyiapkan penampungan sementara bagi pedagang terdampak. Langkah ini untuk memastikan aktivitas perdagangan dapat segera dipulihkan setelah situasi dinyatakan aman.

"Kami siapkan penampungan agar bisa kembali berdagang," jelas Agus Himawan.

Material Mudah Terbakar dan Angin

Sejumlah saksi di lokasi menyebut api berasal dari sebuah kios yang menjual plastik. Heri, salah seorang pedagang buah di Blok C, mengatakan kobaran api muncul dari kios tersebut sebelum dengan cepat menyambar kios lain.

“Api dari kios plastik. Angin kencang membuat api terus menyambar kios-kios di dalam,” kata Heri.

Menurutnya, banyak kios tidak sempat menyelamatkan barang dagangan. Pasokan buah yang baru datang langsung hangus terbakar. Ia menyebut sedikitnya 35 kios terdampak langsung, meski data resmi kemudian mencatat jumlah lebih besar.

Ridwan, sopir truk yang biasa mengangkut barang di Pasar Induk Kramat Jati, menggambarkan kecepatan api menjalar. Banyaknya material kayu dan plastik mempercepat perambatan. “Cepat sekali merembet. Hitungan menit,” ujarnya.

Kondisi tersebut menyulitkan petugas pemadam. Selain harus memadamkan api, mereka juga fokus mencegah kobaran menjalar ke area pasar lain yang masih menyimpan stok pangan dalam jumlah besar.

Ratusan Kios Hangus

Api akhirnya berhasil dikendalikan sekitar sejam kemudian. Dalam proses lanjutan, jumlah armada pemadam ditambah hingga 18 unit. Tidak ada korban jiwa dilaporkan dalam peristiwa ini. Namun dampak materialnya besar. Sedikitnya 350 kios di los buah Blok C hangus terbakar.

Kepala Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Timur Muchtar Zakaria menjelaskan, sumber api teridentifikasi berasal dari kios penyimpanan material mudah terbakar. Di lokasi tersebut ditemukan tumpukan plastik, kertas, dan gudang karbit.

Kondisi itu membuat api cepat membesar. Petugas harus melakukan pembongkaran sisa bangunan saat proses pendinginan untuk memastikan tidak ada bara api tersisa. Langkah ini diambil guna mencegah kebakaran ulang.

Meski api telah dipadamkan dan situasi dinyatakan aman, penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian. Pendataan kerusakan dan estimasi kerugian material juga masih berlangsung.

Kondisi ratusan los yang hangus usai peristiwa kebakaran di Pasar Induk Kramat Jati pada Senin (15/12/2025) pagi WIB. - (Beritasatu.com/Zhulfakar)
Kondisi ratusan los yang hangus usai peristiwa kebakaran di Pasar Induk Kramat Jati pada Senin (15/12/2025) pagi WIB. - (Beritasatu.com/Zhulfakar)

Pasar, Infrastruktur, dan Risiko

Pasar Induk Kramat Jati bukan sekadar tempat jual beli. Kawasan ini merupakan pusat distribusi pangan strategis bagi Jakarta dan sekitarnya. Setiap gangguan di area ini berpotensi berdampak pada pasokan dan stabilitas harga kebutuhan pokok.

Staf Khusus Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Bidang Komunikasi Publik Chico Hakim menyampaikan, Gubernur Jakarta Pramono Anung telah menginstruksikan pembentukan tim investigasi yang melibatkan sejumlah dinas terkait. Penanganan darurat, pengendalian api, dan pemulihan aktivitas pasar menjadi prioritas.

Selain petugas pemadam, aparat kepolisian dikerahkan untuk pengaturan lalu lintas dan pengamanan lokasi. Tenaga medis juga disiagakan untuk mengantisipasi korban luka ringan.

Gubernur Pramono Anung menyampaikan keprihatinan atas peristiwa tersebut. Ia menegaskan keselamatan pedagang, warga, dan petugas menjadi perhatian utama pemerintah provinsi.

“Pasar Induk Kramat Jati merupakan pusat distribusi pangan strategis bagi Jakarta, sehingga pengendalian kebakaran menjadi prioritas utama guna mencegah gangguan yang lebih luas terhadap pasokan kebutuhan masyarakat,” ujar Chico dikutip dari Antara.

Kebakaran hebat melanda Gedung Terra Drone di Jalan Letjen Suprapto, Jakarta Pusat, Selasa 9 Desember 2025. - (Antara/Antara)
Kebakaran hebat melanda Gedung Terra Drone di Jalan Letjen Suprapto, Jakarta Pusat, Selasa 9 Desember 2025. - (Antara/Antara)

Kebakaran Besar Berulang di Jakarta

Kebakaran di Kramat Jati terjadi di tengah rangkaian peristiwa serupa di Jakarta sepanjang 2025. Data BPBD menunjukkan, kebakaran masih sering dipicu oleh faktor-faktor klasik, yakni instalasi listrik, penyimpanan material mudah terbakar, dan minimnya sistem pengamanan bangunan.

Kasus lain yang menyita perhatian publik adalah kebakaran Gedung PT Terra Drone Indonesia di Cempaka Putih, Jakarta Pusat, pada 9 Desember 2025. Peristiwa tersebut menewaskan 22 orang dan kini telah memasuki proses hukum.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro menjelaskan, tersangka berinisial MW, Direktur Utama perusahaan, dijerat Pasal 187, 188, dan 359 KUHP. Kebakaran dipicu oleh baterai litium polimer (LiPo) yang rusak dan disimpan tanpa standar keamanan.

Polisi menemukan tidak adanya SOP penyimpanan bahan berbahaya, ketiadaan sistem proteksi kebakaran, serta tidak tersedianya jalur evakuasi. Ruang penyimpanan berukuran sekitar 2x2 meter itu juga berdekatan dengan genset yang menghasilkan panas.

Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan seluruh korban meninggal akibat keracunan karbon monoksida, bukan luka bakar langsung. Sebagian besar korban tidak sempat menyelamatkan diri dari ruang tertutup yang dipenuhi gas beracun.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Pasar Induk Kramat Jati Kaji Struktur Blok C2 Pascakebakaran

Pasar Induk Kramat Jati Kaji Struktur Blok C2 Pascakebakaran

JAKARTA
Pramono: Kerugian Akibat Kebakaran Pasar Induk Kramat Jati Rp 10 M

Pramono: Kerugian Akibat Kebakaran Pasar Induk Kramat Jati Rp 10 M

JAKARTA
Pasar Kramat Jati Terbakar, Pramono Janjikan Pemulihan Cepat

Pasar Kramat Jati Terbakar, Pramono Janjikan Pemulihan Cepat

JAKARTA
Kerugian Kebakaran Pasar Induk Kramat Jati Ditaksir Rp 35 Miliar

Kerugian Kebakaran Pasar Induk Kramat Jati Ditaksir Rp 35 Miliar

JAKARTA
Puslabfor Turun Tangan Selidiki Kebakaran di Pasar Induk Kramat Jati

Puslabfor Turun Tangan Selidiki Kebakaran di Pasar Induk Kramat Jati

JAKARTA
Kerugian Pasar Induk Kramat Jati Ditaksir Capai Rp 10 Miliar

Kerugian Pasar Induk Kramat Jati Ditaksir Capai Rp 10 Miliar

JAKARTA

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon