Bareskrim Bongkar Laboratorium Produksi Sabu Jaringan Iran-Indonesia
Minggu, 15 Februari 2026 | 18:55 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri mengungkap praktik produksi narkotika skala rumahan yang terafiliasi jaringan internasional Iran–Indonesia. Laboratorium rahasia atau clandestine laboratory itu beroperasi di sebuah unit apartemen lantai 27 kawasan Sunter, Jakarta Utara.
Pengungkapan dilakukan, Sabtu (14/2/2026), setelah penyidik terlebih dahulu menangkap seorang warga negara asing (WNA) asal Iran dan menelusuri alur komunikasi yang mengarah pada jaringan lintas negara.
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Eko Hadi Santoso menjelaskan, pengungkapan ini merupakan hasil pengembangan intensif dari penangkapan awal.
“Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri berhasil mengungkap kasus clandestine laboratory di dalam apartemen jaringan internasional Iran–Indonesia,” ujar Brigjen Pol Eko dalam keterangan tertulis, Minggu (15/2/2026).
Kasus ini bermula dari penangkapan Kazemi Kouhi Farzad, WNA Iran mengaku menerima instruksi dari seseorang bernama Husein, yang kini masuk daftar pencarian orang (DPO) dan diduga berada di Iran.
Kazemi diarahkan untuk bertemu dengan Saeidi, pertemuan yang diatur langsung oleh Husein.
“Pertemuan diatur oleh Husein (DPO) di Kourosh Kebab, Jalan Pramuka, Jumat (13/2/2026) pukul 19.03 WIB,” katanya.
Tim penyidik yang berkoordinasi dengan Bea dan Cukai kemudian membawa Kazemi ke lokasi yang telah ditentukan. Di sana, aparat berhasil menangkap Saeidi Bayaz tanpa perlawanan.
Dari pemeriksaan awal serta penelusuran isi ponsel tersangka, penyidik menemukan alamat tempat tinggal yang mengarah ke sebuah unit apartemen di Sunter, Jakarta Utara. Lokasi ini menjadi titik krusial yang memicu penggerebekan laboratorium narkoba tersebut.
Tim gabungan bergerak cepat ke apartemen lantai 27. Dengan pengawalan petugas keamanan, penggeledahan dilakukan dan ditemukan seperangkat peralatan yang digunakan untuk produksi sabu (methamphetamine).
“Tim gabungan menemukan alat produksi clandestine lab. Selanjutnya kami koordinasikan dengan Puslabfor Bareskrim Polri, memasang garis polisi, dan membawa para pelaku untuk pengembangan lebih lanjut,” ujarnya.
Keberadaan laboratorium di hunian vertikal ini menandai modus baru jaringan narkotika internasional, yang memanfaatkan apartemen sebagai lokasi produksi tersembunyi untuk menghindari kecurigaan.
Dalam penggeledahan, polisi menyita empat bungkus sabu seberat total 1,6 kilogram, serta berbagai peralatan dan bahan kimia yang menguatkan dugaan aktivitas produksi.
Barang bukti yang diamankan antara lain satu alat electrical powder grinder, satu kompor gas portable, satu timbangan digital, tiga botol berisi acetone, empat panci, satu gulung kertas minyak, dua toples berisi limbah hasil pengolahan sabu, beberapa lembar kulit pelapis, dua jeriken berisi acetone, dan satu alat hisap sisa pakai
Temuan limbah dan bahan kimia seperti acetone menunjukkan unit apartemen itu tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan, tetapi benar-benar digunakan sebagai laboratorium produksi.
Laboratorium jenis clandestine biasanya menggunakan peralatan sederhana tapi mampu memproduksi narkotika sintetis dalam jumlah signifikan.
Penggunaan apartemen sebagai lokasi produksi berisiko tinggi karena potensi ledakan dan paparan zat kimia beracun bagi penghuni lain.
Bareskrim menduga jaringan ini dikendalikan Husein yang berada di luar negeri. Penyidik masih mendalami struktur jaringan, termasuk aktor lain di Indonesia, jalur distribusi, dan sumber bahan baku kimia.
Pengungkapan ini menambah daftar kasus narkotika lintas negara yang memanfaatkan hunian perkotaan sebagai lokasi produksi tersembunyi.
Aparat menegaskan, pengembangan kasus akan terus dilakukan untuk memburu aktor utama yang mengendalikan operasi dari luar negeri.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa kejahatan narkotika internasional bisa beroperasi diam-diam di tengah kawasan permukiman perkotaan, bahkan dari balik pintu apartemen biasa di lantai tinggi sebuah gedung.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Harga Emas Dunia Tertekan Imbas Data Tenaga Kerja AS yang Kuat




