Turunkan Harga Cabai di Jakarta, Bapanas Siapkan FDP
Senin, 16 Februari 2026 | 15:48 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyiapkan langkah fasilitasi distribusi pangan (FDP) untuk menekan harga cabai rawit merah yang masih tinggi di sejumlah pasar di Jakarta dan sekitarnya.
Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, mengatakan ongkos distribusi menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi harga cabai rawit, terutama untuk pasokan dari Sulawesi ke Jakarta.
“Dari Sulawesi ke Jakarta ongkos distribusinya sekitar Rp 10.000 per kilogram, ini yang akan kita carikan solusinya melalui FDP,” kata Ketut dilansir dari Antara, Senin (16/2/2026).
Dia menjelaskan, melalui skema FDP, pemerintah dapat mengoreksi harga cabai rawit merah di tingkat pasar induk sekitar Rp 5.000 hingga Rp 10.000 per kilogram (kg), sehingga berdampak pada penurunan harga di tingkat eceran.
Ketut menyebutkan, sumber pasokan cabai rawit untuk pelaksanaan FDP akan diutamakan dari sentra produksi Jawa Barat dan Sulawesi Selatan, termasuk wilayah Enrekang dan Bulukumba.
Menurut dia, pelaksanaan FDP pada tahun sebelumnya telah dilakukan untuk menekan harga cabai, dan penyesuaian harga di pasar induk diikuti oleh pergerakan harga di pasar tradisional. “Kita ini tidak hanya sekali, tahun lalu juga kita lakukan FDP. Sehingga kita tidak kaget,” ujar Ketut.
Selain menekan ongkos distribusi, pelaksanaan FDP juga akan disesuaikan dengan preferensi konsumen di DKI Jakarta yang cenderung memilih cabai rawit dari daerah tertentu, terutama Jawa Barat karena jaraknya lebih dekat dengan pasar induk.
Ketut menambahkan, peningkatan pasokan dari daerah produksi diperkirakan mulai terjadi dalam dua pekan ke depan seiring membaiknya kondisi cuaca dan aktivitas pemetikan di sentra produksi.
Dengan kombinasi FDP dan peningkatan pasokan, Bapanas berharap harga cabai rawit merah dapat kembali ke level yang lebih wajar menjelang Ramadhan dan Idul Fitri.
“Dengan intinya bantuan nanti dari pemerintah melalui FDP, maka ini akan bisa mengoreksi harga minimal Rp 5.000 sampai Rp 10.000. Dalam dua minggu ke depan, mudah-mudahan produksi juga sudah semakin tinggi sehingga akan kembali normal,” tuturnya.
Berdasarkan pemantauan sidak Bapanas di Pasar Induk Kramat Jati pada Senin, harga cabai rawit merah masih berada di kisaran Rp 80.000 per kg, meski relatif turun dibandingkan sepekan sebelumnya yang sempat mencapai sekitar Rp 90.000 hingga Rp 100.000 per kg.
Bapanas memastikan kebijakan tersebut dijalankan sesuai arahan Kepala Badan Pangan Nasional untuk menjaga stabilitas harga tanpa mengganggu mekanisme pasar. “Kita berharap harga bisa bergerak turun secara bertahap dan masyarakat tidak terbebani,” ucap Ketut.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Jet AS Rontok di Iran, Ini Daftar Peristiwa yang Memalukan Amerika




