Erick: BUMN Tak Pernah Bedakan Moda Transportasi Mudik
Selasa, 18 April 2023 | 16:20 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Menteri BUMN, Erick Thohir menolak dikotomi golongan pada masyarakat dalam penggunaan moda transportasi umum untuk kepentingan mudik Lebaran 2023. Ia menegaskan, BUMN tidak pernah membeda-bedakan moda transportasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
"Saya tidak mau dikutip, bahwa moda transportasi ini untuk orang kaya dan yang ini untuk kalangan miskin, tidak, kami harus melayani semua. Apalagi dengan ada BUMN di kereta api, pesawat, dan laut, maka kami menyediakan alternatif. Saya tahu banyak yang ingin mudik dengan kendaraan pribadi, tetapi dengan kemacetan yang tidak pasti, maka masyarakat harus menghitung segala hal, seperti waktu, bahan bakar," jelas Erick Thohir di Stasiun Senan, Jakarta saat meninjau kesiapan mudik PT Kereta Api Indonesia (KAI), Selasa (18/4/2023).
Erick juga menekankan penggunaan kereta api sebagai moda transportasi utama di setiap momen mudik karena lebih mudah, cepat, dan tepat. Terlebih jika ingin menekan penggunaan kendaraan pribadi, maka kereta api sebagai pilihan yang tepat.
"Sejak awal, karena lebih mudah, tepat, dan cepat, saya dorong kereta api sebagai alternatif. Namun untuk yang mampu, silakan pilih pesawat. Selain ada Garuda, juga ada Citilink, atau Pelita yang terus kita tingkatkan layanannya sebagai solusi untuk mengatasi permintaan tinggi saat mudik. Kami juga siapkan jalan tol. Namun jika volume kendaraan meningkat terus, makan kembali, kereta akan menjadi satu-satunya solusi transportasi darat," lanjutnya.
Di sisi lain Erick mengatakan bahwa pemerintah Indonesia berencana membuka kesempatan kolaborasi dengan Jepang dalam menyusun peta biru sistem perkeretaapian di Jawa dan Sumatra. Adapun rencana ini akan dibawa dalam forum KTT Group of Seven atau G-7 di Hiroshima, Jepang pada Mei 2023.
"Salah satu yang kita diskusikan karena ada rencana rapat G-7. Indonesia diundang di Hiroshima bulan depan, saya juga sudah berkoordinasi dengan Menteri Perhubungan dan pihak Jepang untuk coba mulai melihat peta biru kereta api di Jawa dan Sumatera," bebernya.
Erick mengatakan ide tersebut tercetus lantaran Jepang terkenal akan sistem perkeretaapian yang baik. Hal ini juga akan menjadi solusi untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi di Indonesia. "Kita harus lihat di jangka pendek dan panjang. Kalau memang kita ingin menekan penggunaan transportasi pribadi, salah satunya dengan kereta," jelasnya.
Menurutnya pemerintah optimismis kerja sama tersebut nantinya akan menghasilkan sistem KA yang lebih baik dibandingkan saat ini. "Karena itu saya sangat optimis, kalau kita bisa tingkatkan hubungan kerja dengan Jepang, ini jadi salah satu solusi. Karena Jepang salah satu yang terbaik di (industri) kereta. Saya saksikan sendiri kemarin, ini jadi hal yang positif," pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




