Perdagangan Relatif Sepi, IHSG Menguat Tipis
Senin, 26 Juni 2023 | 12:20 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Pada hari Senin (26/6/2023), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka datar pada posisi 6.639. Namun, IHSG berhasil mencatatkan kenaikan pada penutupan sesi I, menguat sebesar 9,5 poin (0,14%) ke level 6.664,23.
Perdagangan minggu ini hanya berlangsung dua hari karena hari Rabu (28/6/2023) hingga Jumat libur Iduladha. IHSG hari ini bergerak dalam kisaran antara 6.622 hingga 6.659. Mayoritas sektor saham mengalami penurunan, dengan sektor energi menjadi yang paling terpukul.
Selama sesi I, nilai perdagangan mencapai sekitar Rp 3,67 triliun, dengan frekuensi perdagangan mencapai 602.596 kali transaksi. Dari jumlah itu, terdapat 242 saham yang mengalami kenaikan, 291 saham terkoreksi, dan 194 saham stagnan.
Pada penutupan sesi I, saham-saham unggulan juga mengalami variasi. Berdasarkan data dari website IDX pada pukul 11.55 WIB, saham-saham blue chip yang tergabung dalam indeks LQ45 mengalami kenaikan sebesar 0,25%, sementara indeks Investor33 mengalami kenaikan sebesar 0,31%. Namun, indeks JII mengalami penurunan sebesar 0,11%.
Di sisi lain, mayoritas sektor saham mengalami pelemahan pada penutupan sesi I. Sektor energi menjadi sektor yang mengalami penurunan paling dalam, dengan penurunan sebesar 1,73%. Disusul oleh sektor teknologi yang turun sebesar 0,51%, sektor kesehatan sebesar 0,39%, sektor transportasi sebesar 0,39%, dan sektor konsumen non primer sebesar 0,35%.
Pada penutupan sesi I, bursa saham di Asia secara umum juga mengalami penurunan. Indeks Nikkei (Tokyo) turun sebesar 0,19%, Hang Seng (Hong Kong) terkoreksi sebesar 0,14%, dan indeks Shanghai (Shanghai) anjlok sebesar 0,74%. Sementara itu, indeks Straits Time (Singapura) mengalami penurunan sebesar 0,65%.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Harga Emas Dunia Tertekan Imbas Data Tenaga Kerja AS yang Kuat




