Penyerapan Energi Biodiesel Kurang Maksimal
Kamis, 30 Oktober 2014 | 15:40 WIB
Jakarta - Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memproyeksikan realisasi penyerapan bahan bakar nabati (BBN) jenis biodiesel hanya sekitar 50 persen dari target yang ditetapkan sebesar 3,9 juta kilo liter (KL).
Direktur Bioenergi Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM Dadan Kusdiana mengatakan kurang optimalnya penyerapan biodiesel disebabkan kendala pada pendistribusian dan keterbatasan infrastruktur penunjang.
"Sampai akhir tahun ini kami memproyeksikan realisasinya hanya 50 persen dari target awal 3,9 juta KL. Jadi hanya 2 jutaan KL," kata Dadan di Jakarta, Kamis (30/10).
Dadan menuturkan penyerapan biodiesel akan optimal pada 2015 mendatang lantaran distribusi BBN tersebut sudah bisa menjangkau seluruh wilayah di Indonesia. Pasalnya PT Pertamina (persero) sudah menyatakan kesiapannya menyalurkan biodiesel hingga ke Indonesia bagian timur.
"Masalah yang selama ini dihadapi adalah kesiapan di hilir, konstruksi harus dibangun. Pertamina sudah yakinkan kembali, per 1 Januari 2015 pasokan akan terjangkau ke seluruh Indonesia. Mulai 1 Oktober ini sudah masuk Sulawesi, Maluku," ujarnya.
Biodiesel merupakan BBN yang dicampurkan ke bahan bakar minyak (BBM) jenis solar. Mandatori BBN tersebut berdasarkan Peraturan Menteri ESDM Nomor 20 Tahun 2014. Pemanfaatan BBN diwajibkan untuk sektor transportasi, listrik, dan industri. Pada tahun ini, sektor industri mendapat mandat mencapai 10 persen dari sebelumnya sebesar 5 persen. Sedangkan mandat untuk pembangkit listrik sebesar 20 persen di 2014 dari sebelumnya 7,5 persen. Untuk sektor transportasi mandatnya tetap 10 persen
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




