Dow Jones Tembus Rekor Tertinggi
Kamis, 14 Desember 2023 | 06:20 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Indeks-indeks Wall Street melanjutkan reli pada Rabu (13/12/2023). Dow Jones Industrial Average bahkan mencapai rekor tertinggi pada 2023 setelah The Fed memberi isyarat akan melakukan penurunan suku bunga acuan beberapa kali pada 2024.
Dilansir dari CNBC internasional, keputusan tersebut memuaskan para investor yang mengharapkan bank sentral Amerika Serikat (AS) akhirnya mengakui perlambatan inflasi dengan kebijakan moneter yang lebih moderat.
Dow Jones mengalami kenaikan sebanyak 512,30 poin (1,40%), menutup perdagangan di 37.090,24. Ini merupakan kali pertama indeks acuan ditutup di atas angka 37.000, melampaui rekor sebelumnya yang terjadi pada Januari 2022. Pada puncak sesinya, Dow Jones bahkan menyentuh angka 37.094,85.
S&P 500 juga mengalami kenaikan sebesar 1,37%, mencapai 4.707,09, melampaui level 4.700 untuk pertama kalinya sejak Januari 2022. Sementara itu, Nasdaq Composite naik 1,38% menjadi 14.733,96. Ketiga indeks utama mencapai level tertinggi baru dalam 52 minggu.
Bank sentral AS mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 5,25-5,5%, sesuai dengan perkiraan, tteapi yang lebih signifikan adalah proyeksi The Fed mengenai tiga pemangkasan suku bunga pada 2024, angka yang lebih tinggi dari sebelumnya.
Investor semakin berharap agar The Fed memberikan sinyal yang lebih jelas mengenai rencana menurunkan suku bunga tahun depan, sejalan dengan data inflasi yang baru-baru ini melonggar.
Harga emas juga mengalami kenaikan lebih dari 1% setelah The Fed memberikan sinyal mengenai akhir kenaikan suku bunga. Pernyataan dari pertemuan The Fed mengakui bahwa inflasi telah mengalami penurunan selama setahun terakhir, dan bank sentral AS secara resmi menurunkan perkiraan inflasi pada 2024 menjadi 2,4% dari sebelumnya 2,6%.
Presiden Bolvin Wealth Management Group Gina Bolvin menyatakan bahwa The Fed memberikan hadiah liburan awal bagi pasar dengan memberikan komentar positif mengenai inflasi. "Tampaknya The Fed bergerak menuju pasar, bukan sebaliknya. Reli Sinterklas mungkin akan terus berlanjut," kata Bolvin.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




