Jelang Ramadan dan Idulfitri, Sri Mulyani Waspadai Efek Lonjakan Harga Beras
Kamis, 22 Februari 2024 | 17:45 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mewaspadai kenaikan harga beras bulanan yang telah mencapai 7,7% secara year to date (ytd) dapat berdampak pada angka inflasi.
"Kita waspada terhadap kenaikan harga beras bulanan yang mencapai 7,7% year to date, hingga 21 Februari 2024 telah mencapai rata-rata harga Rp 15.175 per kilogram ini yang memberikan kontribusi terhadap inflasi," kata dia, dalam konferensi pers APBN KiTa, yang digelar secara virtual, pada Kamis (22/2/2023).
Sri Mulyani mengatakan, di dalam inflasi, kenaikan harga dari beberapa komoditas pangan lain juga turut berpengaruh. Mulai dari kenaikan harga bawang putih, cabai merah, daging ayam dan telur ayam.
"Tentu ini menjadi tantangan menjelang Idulfitri atau juga puasa Ramadan," pungkas Sri Mulyani.
Maka dari itu, menurut dia, volatile food harus bisa segera distabilkan agar inflasi bisa tetap terjaga rendah.
Meski begitu, Sri Mulyani menilai kinerja dalam negeri sejauh ini cukup baik dalam menjaga stabilitas inflasi di Indonesia.
Terbukti, angka inflasi di Indonesia tercatat relatif lebih rendah dibandingkan negara-negara maju maupun inflasi global secata keseluruhan. "Dalam hal ini, inflasi yang relatif rendah masih terjaga hingga awal tahun," ujarnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




