ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Apindo: Mudik Lebaran Genjot Pertumbuhan Ekonomi Nasional dan Untungkan Daerah

Selasa, 9 April 2024 | 06:53 WIB
V
AD
Penulis: Vinnilya | Editor: AD
Sekretaris Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Aloysius Budi Santoso membeberkan bahwa harga barang cenderung stabil saat mudik Lebaran maupun jelang hari raya Idulfitri, Senin, 8 April 2024.
Sekretaris Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Aloysius Budi Santoso membeberkan bahwa harga barang cenderung stabil saat mudik Lebaran maupun jelang hari raya Idulfitri, Senin, 8 April 2024. (Beritasatu.com/Vinnilya)

Jakarta, Beritasatu.com - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menilai masa mudik Lebaran akan menggenjot pertumbuhan ekonomi baik di daerah maupun secara nasional.  Sekretaris Umum Apindo, Aloysius Budi Santoso memandang bahwa dampak multiplier effect-nya akan sangat besar karena ada sekitar 190 juta orang yang bergerak dari satu titik ke titik yang lain. Khususnya dari kota-kota besar ke kampung halaman mereka atau daerah.

“Saya melihat bahwa ini terjadi sebuah redistribusi daripada uang atau ekonomi, uang kan berarti ekonomi, dari kota-kota besar ke daerah yang lebih kecil. Dalam kesempatan ini juga kita punya libur yang cukup panjang, yakni sembilan hari, maka daerah yang paling diuntungkan sebetulnya,” beber Aloysius saat dihubungi secara daring, Senin (8/4/2024).

Menurut Aloysius, daerah menjadi yang paling diuntungkan karena ada perputaran uang ke banyak daerah dari kota-kota besar, sehingga diharapkan ekonominya akan menguat dan lebih bergeliat.

ADVERTISEMENT

Efeknya, tentu akan berdampak kepada ekonomi secara nasional, terlebih total pemudik pada 2024 ini mencapai 190 juta orang. Angka itu bukan jumlah yang kecil, tetapi angka yang sangat besar dan melebihi setengah dari total penduduk di Indonesia.

“Ada 190 juta orang itu bergerak dari satu titik ke titik yang lain tentu akhirnya akan berdampak kepada ekonomi nasional. Ini termasuk terbesar, saya dengar 190 juta orang, itu banyak loh kita penduduknya cuma 270 juta orang, 190 juta orang moving dari satu titik ke titik yang lain,” sebut Aloysius.

Dengan demikian, lanjut dia pastinya mudik dan libur Lebaran merupakan suatu momentum yang ditunggu-tunggu pengusaha. Pasalnya, di masa mudik Lebaran ini adalah waktunya mendapatkan keuntungan penjualan yang tinggi di semua sektor, terutama sektor retail.

Berbeda halnya dengan sektor manufaktur/produksi seperti pabrik, mereka akan tutup terlebih dahulu mengingat karyawan yang bekerja akan melakukan mudik Lebaran.

“Yang bergeliat adalah sektor retail, UMKM, tempat-tempat wisata, hotel dan seterusnya yang mendapat limpahan proses redistribusi ekonomi ini di masa mudik Lebaran,” tandasnya. 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Melihat Langkah Stabilitas Saat Rupiah Turun ke Rp 17.500 Per Dolar AS

Melihat Langkah Stabilitas Saat Rupiah Turun ke Rp 17.500 Per Dolar AS

EKONOMI
Apindo: Rupiah Melemah Jadi Rp 17.500, Beban Dunia Usaha Makin Berat

Apindo: Rupiah Melemah Jadi Rp 17.500, Beban Dunia Usaha Makin Berat

EKONOMI
Apindo Minta Kejelasan Skema Patungan Uang Saku Magang

Apindo Minta Kejelasan Skema Patungan Uang Saku Magang

EKONOMI
Kepastian Hukum dan Konsistensi Kebijakan Faktor Pendorong Investasi

Kepastian Hukum dan Konsistensi Kebijakan Faktor Pendorong Investasi

EKONOMI
Apindo Ungkap Penyebab Investasi Sulit Serap Tenaga Kerja

Apindo Ungkap Penyebab Investasi Sulit Serap Tenaga Kerja

EKONOMI
Apindo Wanti-wanti Kegiatan Produksi Terhenti Imbas Konflik Timteng

Apindo Wanti-wanti Kegiatan Produksi Terhenti Imbas Konflik Timteng

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon