ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pengembangan Industri Semikonduktor Harus Diimbangi dengan Ketersediaan SDM

Sabtu, 11 Mei 2024 | 22:48 WIB
AK
AD
Penulis: Arnoldus Kristianus | Editor: AD
Ketua Umum (Ketum) Partai Golkar, Airlangga Hartarto saat pemaparan pada seminar ekonomi di Kolese Kanisius Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu, 11 Mei 2024.
Ketua Umum (Ketum) Partai Golkar, Airlangga Hartarto saat pemaparan pada seminar ekonomi di Kolese Kanisius Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu, 11 Mei 2024. (Beritasatu.com/Hendro Dahlan Situmorang)

Jakarta, Beritasatu.com - Langkah pemerintah mengembangkan industri semikonduktor harus diselaraskan dengan ketersediaan sumber daya manusia (SDM) yang memadai. Dalam hal ini diperlukan penyediaan SDM yang bisa memiliki kompetensi untuk terlibat dalam pendidikan tentang mikroelektronik.

“Kami sedang melihat bagaimana menyiapkan sumber daya manusia.  Kalau bicara semikonduktor kita bicara chip design,  kita bicara microelectronic. Oleh karena itu, pendidikan terkait microelectronic harus kuat di kita  untuk mengambil kembali semikonduktor,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat ditemui seusai mengikuti  seminar ekonomi bertajuk “Perspektif Pembangunan dan Pertumbuhan Ekonomi: Menuju Indonesia Emas 2045” di Kolese Kanisius, Jakarta, pada Sabtu (11/5/2024).

Dia mengungkapkan bahwa sebelumnya sudah ada  perusahaan Fairchild Semiconductor di Indonesia tetapi karena permasalahan robotisasi perusahaan tersebut pindah ke Malaysia.

ADVERTISEMENT

Imbasnya, 40% komoditas ekspor Malaysia saat ini merupakan komoditas berbasis elektronik. Oleh karena itu, pemerintah  Indonesia terus mendorong agar ada perusahaan yang bergerak di bidang semikonduktor untuk membangun pabrik di Indonesia.

“Semikonduktor Indonesia baru di hilir, baru di testing sama di assembling. Kedua, kita back to basic, karena kalau kita bicara semikonduktor, kita bicara chip design. Chip design itu bahasa sederhananya bikin sirkuit elektrik yang dibikin dua nano. Sirkuit  elektrik dibuat kecil, jadi kalau kita enggak punya engineer di microelectronic atau megatronic itu sulit,” ungkap dia.

Pemerintah juga tengah menggencarkan pelaksanaan vokasi sebagai upaya pengembangan SDM. Pemerintah juga sudah memberikan fasilitas super deduction tax dalam bentuk pembebasan pajak untuk perusahaan yang terlibat dalam pelaksanaan research and development. Ikhtiar ini dilakukan agar mengurangi terjadinya mismatch antara kemampuan SDM dan kebutuhan pasar kerja.

“Kemarin sudah dimudahkan karena sebelumnya ada kekhawatiran dari korporasi terkait audit. Prosesnya dipermudah oleh menteri keuangan, sehingga (super deduction tax) bisa dimanfaatkan. Kalau kita memanfaatkan SDM vokasi juga untuk chip production, kita butuh orang yang betul-betul technical dihasilkan dari vokasi,” kata Airlangga.

Lebih lanjut, Airlangga mengatakan bahwa untuk pengembangan SDM pemerintah juga sudah menugaskan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) agar membiayai mahasiswa Indonesia yang akan menimba ilmu di luar negeri.

“Kalau pembiayaan SDM ke luar negeri kita punya LPDP, kami  akan minta LPDP untuk diberikan pembelajaran khusus yang diprioritaskan termasuk digital dan microelectronic, karena itu akan mendorong pertumbuhan ekonomi,” terang Airlangga. 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Pelemahan Rupiah Dinilai Mulai Tekan Harga Pangan hingga BBM

Pelemahan Rupiah Dinilai Mulai Tekan Harga Pangan hingga BBM

EKONOMI
Ekonom Sorot Risiko Peralihan setelah Harga BBM Nonsubsidi Naik

Ekonom Sorot Risiko Peralihan setelah Harga BBM Nonsubsidi Naik

EKONOMI
Perkuat Investasi di Indonesia lewat Pabrik Baru

Perkuat Investasi di Indonesia lewat Pabrik Baru

MULTIMEDIA
Pasokan Gas Industri Menipis sementara Energi Alternatif Mahal

Pasokan Gas Industri Menipis sementara Energi Alternatif Mahal

EKONOMI
Menperin Sarankan IKM Tingkatkan Kapasitas Produksi lewat KIPK

Menperin Sarankan IKM Tingkatkan Kapasitas Produksi lewat KIPK

EKONOMI
Industri Otomotif Jerman Krisis, 200.000 Pekerjaan Terancam Kena PHK

Industri Otomotif Jerman Krisis, 200.000 Pekerjaan Terancam Kena PHK

OTOTEKNO

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon