ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Rupiah Sentuh Level Rp 16.300, Gubernur BI Pastikan Kondisinya Masih Terkendali

Jumat, 14 Juni 2024 | 13:55 WIB
AK
H
Penulis: Arnoldus Kristianus | Editor: HE
Ilustrasi rupiah.
Ilustrasi rupiah. (Antara/Akbar Nugroho Gumay)

Jakarta, Beritasatu.com - Dalam beberapa hari terakhir ini nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah hingga menyentuh Rp 16.300. Meskipun melemah, Bank Indonesia (BI) memandang nilai tukar rupiah masih lebih baik dari negara lain.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan kondisi nilai tukar rupiah tidak bisa dilihat secara parsial, tetapi harus dilihat secara keseluruhan. Apabila dibandingkan dengan akhir 2023, kondisi saat ini termasuk lebih baik. Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah pada Jumat (14/6/2024) siang sebesar Rp 16.372 per dolar AS.

“Tolong dilihat dari akhir tahun kemarin, Indonesia itu sangat rendah. Bandingkan dengan Korea, Filipina, Thailand,  Jepang. Depresiasi kita termasuk yang rendah dan stabil,” ucap Perry di Jakarta, Jumat (14/6/2024).

ADVERTISEMENT

Perry mengatakan dengan gejolak perekonomian global yang terjadi saat ini, nilai tukar rupiah tetap terjaga stabil. Upaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dilakukan melalui triple intervention, yaitu melalui Domestic Non-Delivery Forward (DNDF), pasar spot, hingga ke pasar Surat Berharga Negara (SBN).

“Banyak yang kita lakukan, antara lain intervensi, kemudian menarik portofolio asing ke dalam negeri. Semua berjalan baik, stabil,dan sudah diapresiasi oleh presiden,” tutur Perry.

Sebelumnya, Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan nilai tukar rupiah serta tingginya suku bunga saat ini membuat ekonomi Indonesia dalam ancaman. Apabila kondisi ini terus berlanjut, maka beragam dampak buruk bisa menghantam Indonesia, mulai dari ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) hingga daya beli melemah.

“Data-data ekonomi yang ada saat ini cukup memberikan kecemasan bagi berbagai pihak. Begitu pula dengan harga barang yang terus mengalami kenaikan di tengah daya beli masyarakat yang tidak dalam performa terbaiknya,” kata Ibrahim.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

BI dan Pemerintah Diminta Lebih Sinkron Jaga Rupiah

BI dan Pemerintah Diminta Lebih Sinkron Jaga Rupiah

EKONOMI
Rupiah Terkapar! Defisit Fiskal dan Modal Asing Kabur Jadi Pemicunya

Rupiah Terkapar! Defisit Fiskal dan Modal Asing Kabur Jadi Pemicunya

MULTIMEDIA
Mendag Minta Eksportir Manfaatkan Pelemahan Rupiah

Mendag Minta Eksportir Manfaatkan Pelemahan Rupiah

EKONOMI
BI Klaim Rupiah Kini Semakin Sulit Dipalsukan

BI Klaim Rupiah Kini Semakin Sulit Dipalsukan

EKONOMI
Aksi Ambil Untung Dolar AS Bawa Rupiah Menguat ke Rp 17.475

Aksi Ambil Untung Dolar AS Bawa Rupiah Menguat ke Rp 17.475

EKONOMI
Rupiah Hari Ini Turun Makin Dalam Menembus Rp 17.528

Rupiah Hari Ini Turun Makin Dalam Menembus Rp 17.528

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon