ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Wall Street Anjlok Setelah The Fed Isyaratkan Lebih Sedikit Pangkas Suku Bunga pada 2025

Kamis, 19 Desember 2024 | 05:46 WIB
H
H
Penulis: Herman | Editor: HE
Wall Street
Wall Street (AP/AP)

Jakarta, Beritasatu.com - Saham-saham di Wall Street mengalami penurunan terbesar pada tahun ini setelah Federal Reserve (The Fed) mengisyaratkan potensi pemangkasan suku bunga yang lebih sedikit pada 2025 dibandingkan proyeksi sebelumnya.

Indeks S&P 500 turun 2,9%, sedikit di bawah penurunan terbesarnya tahun ini, sementara Dow Jones Industrial Average anjlok 1.123 poin atau 2,6%. Indeks Nasdaq Composite bahkan mencatatkan penurunan tajam hingga 3,6%.

Dilansir dari AP, pada Rabu (20/12/2024), The Fed mengumumkan pemangkasan suku bunga acuan untuk ketiga kalinya tahun ini ke kisaran 4,25%-4,50%. Langkah ini merupakan bagian dari strategi mendukung pasar tenaga kerja. Namun, keputusan tersebut sudah sesuai ekspektasi pasar sebelumnya.

ADVERTISEMENT

Yang menjadi perhatian utama adalah proyeksi The Fed untuk 2025, yang hanya mencakup dua kali pemangkasan suku bunga tambahan atau sebesar 0,5%. Angka ini lebih rendah dari ekspektasi sebelumnya sebesar empat kali pemangkasan.

Ekspektasi penurunan suku bunga yang terbatas membuat imbal hasil obligasi Treasury 10 tahun naik menjadi 4,51% dari sebelumnya 4,40%. Sementara itu, imbal hasil obligasi dua tahun naik menjadi 4,35%. Lonjakan imbal hasil ini menekan kinerja pasar saham, terutama di sektor yang sensitif terhadap suku bunga.

Perusahaan kecil menjadi yang paling terdampak akibat kenaikan suku bunga. Indeks Russell 2000 bahkan anjlok 4,4%. Nvidia, salah satu saham teknologi unggulan, turun 1,1% dan memperpanjang tren penurunan yang telah berlangsung berminggu-minggu. Saham ini telah merosot lebih dari 13% dari rekor tertingginya bulan lalu.

Secara keseluruhan, S&P 500 turun 178,45 poin menjadi 5.872,16. Dow Jones Industrial Average turun 1.123,03 menjadi 42.326,87, dan Nasdaq Composite turun 716,37 menjadi 19.392,69.

Pada saat Wall Street mengalami penurunan terbesar akibat proyeksi suku bunga The Fed, di luar Amerika Serikat (AS), FTSE 100 di London naik tipis kurang dari 0,1% setelah data inflasi menunjukkan kenaikan hingga 2,6% pada November, tertinggi dalam delapan bulan. Sementara itu, Nikkei 225 Jepang turun 0,7%, meskipun Nissan Motor Corp melonjak 23,7% setelah menyatakan potensi kerja sama lebih erat dengan Honda Motor Co.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Wall Street Cetak Rekor Baru, Saham AI dan Cip Jadi Penggerak

Wall Street Cetak Rekor Baru, Saham AI dan Cip Jadi Penggerak

EKONOMI
IHSG Hari Ini 8 Mei 2026 Dibuka Melemah ke Level 7.146,4

IHSG Hari Ini 8 Mei 2026 Dibuka Melemah ke Level 7.146,4

EKONOMI
Wall Street Melemah di Tengah Fluktuasi Harga Minyak

Wall Street Melemah di Tengah Fluktuasi Harga Minyak

EKONOMI
S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Penutupan Tertinggi

S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Penutupan Tertinggi

EKONOMI
Wall Street Melesat, S&P 500 Tembus ATH Baru di Atas Level 7.200

Wall Street Melesat, S&P 500 Tembus ATH Baru di Atas Level 7.200

EKONOMI
Wall Street Melemah Tertekan Harga Minyak dan Suku Bunga The Fed

Wall Street Melemah Tertekan Harga Minyak dan Suku Bunga The Fed

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon