Tarik Investasi Industri Energi Terbarukan, Ini Siasat Jokowi
Minggu, 5 Juli 2015 | 11:19 WIB
Kamojang, Garut - Pemerintah bakal memberi insentif khusus bagi pengembangan energi baru terbarukan di tanah air. Insentif tersebut diharapkan mampu menarik minat investor dalam menggarap potensi energi baru terbarukan yang tersebar di Indonesia.
Presiden Joko Widodo mengatakan pengembangan energi ramah lingkungan memang lebih mahal ketimbang investasi di energi fosil. Namun dia mengungkapkan salah satu insentif yang diberikan berupa peningkatan tarif jual listrik.
"Meskipun biayanya jauh lebih mahal, saya kira tidak ada masalah. Kita berikan insentif khusus bagi pembangkit listrik yang ramah lingkungan. Rate (harga jual listrik)-nya ditinggi sedikit enggak apa-apa agar orang berbondong-bondong investasi jangan samakan dengan batubara," kata Jokowi di Kamojang, Minggu (5/7).
Jokowi mengatakan program ketenagalistrikan nasional 35.000 MW masih bertumpu pada batubara. Dia menuturkan Indonesia harus sedari dini menggarap potensi energi baru terbarukan agar siap menghadapi situasi tatkala cadangan batubara sudah habis. Pasalnya Indonesia memiliki potensi energi ramah lingkungan yang tersebar seperti panas bumi, surya, angin, ombak maupun biomassa.
"Di setiap saya hadir keluhannya selalu sama listrik mati. Listrik mati 8 jam, 3 kali sehari, itu terus. Kita targetkan 35.000 MW itu karena kebutuhan yang harus dikejar. Pada kesempatan baik ini, target 35.000 MW bukan main-main. Saya ikuti tiap hari setiap bulan. Saya suruh paparkan progresnya," ujar.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




