Saham Induk Google Bawa Wall Street Cetak Rekor
Selasa, 22 Juli 2025 | 06:54 WIB
New York, Beritasatu.com - Indeks S&P 500 dan Nasdaq mencatat rekor penutupan tertinggi didorong oleh saham induk perusahaan Google, Alphabet, dan perusahaan-perusahaan megacap lainnya. Selain itu, investor juga yakin akan potensi kesepakatan perdagangan untuk mengurangi dampak ekonomi dari tarif Trump.
Saham Alphabet (GOOGL.O) menguat 2,7%. Perusahaan ini dan Tesla (TSLA.O) akan melaporkan pendapatannya besok, memulai laporan keuangan dari "Magnificent Seven", dan hasil mereka dapat menjadi acuan bagi perusahaan-perusahaan besar lainnya yang akan melaporkan kinerjanya dalam beberapa hari ke depan.
Saham Tesla turun 0,35%, sementara Apple (AAPL.O), naik 0,62% dan Amazon (AMZN.O), naik 1,43%, keduanya mengangkat S&P 500 dan Nasdaq. Saham Verizon (VZ.N), menguat lebih dari 4% setelah perusahaan telekomunikasi tersebut meningkatkan proyeksi laba tahunannya.
Indeks S&P 500 naik 0,14% dan menutup sesi perdagangan di level 6.305,60 poin. Nasdaq naik 0,38% menjadi 20.974,18 poin, sementara Dow Jones Industrial Average turun 0,04% menjadi 44.323,07 poin.
Rata-rata analis memperkirakan perusahaan-perusahaan S&P 500 akan melaporkan peningkatan laba sebesar 6,7% pada kuartal kedua, dengan big tech menjadi pendorong utama kenaikan tersebut.
"Sejauh ini, perusahaan-perusahaan yang telah melaporkan, memenuhi atau bahkan melampaui proyeksi dari kuartal sebelumnya, dan kami belum melihat adanya penurunan baik dalam laba perusahaan maupun belanja konsumen," kata ahli strategi investasi U.S. Bank Wealth Management, Tom Hainlin, seperti dilansir dari Reuters, Selasa (22/7/2025).
Tujuh dari 11 indeks sektor S&P 500 menguat, dipimpin oleh sektor jasa komunikasi (SPLRCL) yang naik 1,9%, diikuti oleh kenaikan 0,6% pada sektor barang konsumsi diskresioner (SPLRCD). Volume perdagangan di bursa saham AS relatif tinggi, dengan 19,7 miliar lembar saham diperdagangkan.
Indeks S&P 500 telah menguat sekitar 7% pada tahun 2025, sementara Nasdaq telah menguat hampir 9%. Namun, saham-saham yang turun jumlahnya melebihi saham-saham yang naik dalam S&P 500 (AD.SPX), dengan rasio 1,7 banding 1.
Indeks S&P 500 mencatat 17 titik tertinggi baru dan 9 titik terendah baru. Sedangkan Nasdaq mencatat 97 titik tertinggi baru dan 56 titik terendah baru.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




