The Fed Tahan Suku Bunga, Wall Street Merosot dari Level Tertinggi
Kamis, 31 Juli 2025 | 07:27 WIB
New York, Beritasatu.com - Pasar saham Amerika Serikat (AS) ditutup jauh di bawah level tertinggi sebelumnya setelah Ketua Federal Reserve Jerome Powell memberikan sinyal bahwa bank sentral baru akan memangkas suku bunga pada pertemuan September.
Dengan mempertahankan suku bunga, seperti yang diperkirakan banyak analis, bank sentral yakin tingkat pengangguran tetap rendah, dan kondisi pasar tenaga kerja tetap solid. Inflasi tetap agak tinggi. Saham-saham sempat menguat sebelum pernyataan The Fed, karena investor yakin pertumbuhan ekonomi kuartal kedua lebih kuat dari perkiraan.
Namun, saham-saham melemah setelah Powell mengatakan terlalu dini untuk The Fed memangkas suku bunga pada pertemuan berikutnya pada September dan mencatat bahwa kebijakan saat ini cukup ketat tetapi tidak menghambat perekonomian.
"Tidak banyak perubahan dalam pernyataan di sini, masih ada kekhawatiran tentang bagaimana kebijakan tarif ini akan diterapkan dan pada data yang telah dirilis. Anda bisa melihatnya hanya dalam laporan PDB, betapa banyaknya hambatan yang terjadi di setiap rilis saat ini," kata kepala investasi RWA Wealth Partners, JP Powers, seperti dilansir dari Reuters, Kamis (31/7/2025).
"Jika saya Powell, saya tidak tahu seberapa besar ia memikirkan kebijakannya, tetapi saya pikir ia akan menunda untuk mengambil keputusan memangkas suku bunga, di saat ia akan pensiun, daripada mengambil risiko gejolak apa pun tepat saat ia akan pensiun," tambah dia.
Dow Jones Industrial Average (DJI) turun 171,71 poin atau 0,38% menjadi 44.461, indeks S&P 500 (SPX) turun 7,96 poin atau 0,12% menjadi 6.362,90, dan Nasdaq Composite (IXIC) naik 31,38 poin atau 0,15% menjadi 21.129.
S&P sempat menguat hingga 0,4% pada sesi tersebut sebelum melemah, setelah ekspektasi pasar untuk penurunan suku bunga pada September naik menjadi sekitar 68% menyusul pernyataan The Fed, ekspektasi tersebut turun di bawah 50% setelah komentar Powell, demikian menurut data LSEG.
Perusahaan megacap Microsoft (MSFT.O), dan Meta Platforms (META.O), keduanya naik lebih dari 6% setelah melaporkan hasil kuartalan. Sementara investor masih menunggu laporan pendapatan dari Amazon (AMZN.O) dan Apple (AAPL.O). Laba yang solid dari sejumlah nama juga menunjukkan ketahanan para pembeli.
Volume perdagangan di bursa AS mencapai 17,66 miliar lembar saham, dibandingkan dengan rata-rata 17,87 miliar lembar saham untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




