Wall Street Melemah karena Aksi Ambil Untung
Jumat, 1 Agustus 2025 | 07:21 WIB
New York, Beritasatu.com - Pasar saham Amerika Serikat (AS) ditutup melemah menyusul putaran terbaru laporan keuangan perusahaan dan data ekonomi. Investor nampaknya melakukan aksi ambil untung sambil menunggu hasil dari perusahaan-perusahaan megacap seperti Amazon dan Apple.
Indeks Dow Jones Industrial Average (DJI) turun 330,30 poinvatau 0,74% menjadi 44.130,98, indeks S&P 500 (SPX) turun 23,51 poin atau 0,37% menjadi 6.339,39, dan indeks Nasdaq Composite (IXIC) turun 7,23 poin atau 0,03% menjadi 21.122,45.
Indeks S&P 500 naik sebanyak 1% dan Nasdaq sebanyak 1,5% di awal sesi perdagangan, sebelum akhirnya diserang aksi ambil untung alias profit taking. Untuk bulan ini, S&P 500 menguat 2,17%, Nasdaq naik 3,7%, dan Dow Jones naik 0,08%.
Saham Microsoft (MSFT.O) naik 3,5% setelah merilis laporan keuangan yang kuat dan sempat melampaui ambang batas kapitalisasi pasar US$ 4 triliun, menjadikannya perusahaan publik kedua yang pernah mencapai tonggak sejarah tersebut setelah Nvidia (NVDA.O).
Saham induk Facebook, Meta Platforms (META.O) melonjak 11,3% dan ditutup pada rekor tertinggi US$ 773,44 karena pertumbuhan yang didorong oleh AI dalam bisnis intinya mendorong proyeksi pendapatan yang bullish.
Namun, saham-saham terkait AI lainnya melemah pada sesi tersebut. Saham-saham seperti produsen cip Broadcom (AVGO.O) turun 2,9%, dan Nvidia yang turun 0,8%, membebani indeks teknologi yang anjlok 3,1%, persentase penurunan harian terbesar sejak 16 April.
"Melihat pergerakan pasar hari ini, ada perusahaan kaya dan miskin, jadi ada beberapa perusahaan teknologi, seperti semikonduktor dan peralatan, yang kinerjanya cukup buruk," kata kepala strategi pasar FL Putnam Investment Management, Ellen Hazen, seperti dilansir dari Reuters, Jumat (1/8/2025).
"Microsoft berkinerja cukup baik, begitu pula Amazon dan Meta, yang kinerjanya sangat baik," tambah dia.
Dari 297 perusahaan di S&P 500 yang telah melaporkan pendapatan, 80,8% telah melampaui ekspektasi analis, menurut data LSEG. Jauh lebih tinggi dibandingkan ekspektasi selama empat kuartal terakhir sebesar 76%.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




