ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Lonjakan Sektor Teknologi Bawa Wall Street Cetak Rekor Lagi

Kamis, 11 September 2025 | 07:32 WIB
MK
MK
Penulis: Martin Bagya Kertiyasa | Editor: MBK
Pasar saham Wall Street, Amerika Serikat (AS) mengalami tekanan pada perdagangan Jumat 7 Februari 2025 waktu setempat.
Pasar saham Wall Street, Amerika Serikat (AS) mengalami tekanan pada perdagangan Jumat 7 Februari 2025 waktu setempat. (AP)

New York, Beritasatu.com — Indeks S&P 500 dan Nasdaq kembali menutup perdagangan pada rekor tertinggi, terdorong lonjakan saham Oracle serta data inflasi yang lebih rendah dari perkiraan. Perlambatan inflasi ini memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) akan memangkas suku bunga.

Indeks S&P 500 naik 0,30% menjadi 6.532,04 poin, mencetak rekor untuk hari kedua berturut-turut. Nasdaq menguat 0,03% ke level 21.886,06 poin, menorehkan rekor tertinggi tiga hari beruntun. Sementara itu, indeks Dow Jones Industrial Average melemah 0,48% ke posisi 45.490,92 poin.

“Fundamental pasar ekuitas domestik masih sangat kuat. Namun, kita juga harus mengakui bahwa valuasi telah meningkat dan menjadi tekanan alami bagi tren kenaikan yang berkelanjutan,” ujar Direktur Investasi Senior US Bank Wealth Management, Bill Northey, dikutip dari Reuters, Kamis (11/9/2025).

ADVERTISEMENT

Sejak awal 2025, S&P 500 sudah naik sekitar 11%, sementara Nasdaq menguat sekitar 13%.

Saham Oracle (ORCL.N) melesat 36%, mencatat lonjakan harian terbesar sejak 1992 setelah perusahaan teknologi itu mengumumkan meningkatnya permintaan layanan cloud dari perusahaan berbasis kecerdasan buatan (AI).

Saham-saham produsen chip berbasis AI juga menguat, di antaranya Nvidia (NVDA.O) naik 3,8%, Broadcom (AVGO.O) melonjak 10%, dan Advanced Micro Devices (AMD.O) naik 2,4%. Indeks chip PHLX (.SOX) terkerek 2,3% ke rekor tertinggi. Pemasok daya pusat data juga terdorong, dengan Constellation Energy (CEG.O), Vista (VST.N), dan GE Vernova (GEV.N) masing-masing naik lebih dari 6%.

Sebaliknya, saham Apple (AAPL.O) yang dinilai investor tertinggal dalam persaingan AI, melemah 3,2% dan mencatat penurunan empat hari beruntun.

Dari 11 sektor di S&P 500, enam sektor ditutup melemah. Tekanan terbesar dialami sektor barang konsumsi diskresioner yang turun 1,58%, disusul barang konsumsi pokok yang terkoreksi 1,06%.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Wall Street Cetak Rekor Baru, Saham AI dan Cip Jadi Penggerak

Wall Street Cetak Rekor Baru, Saham AI dan Cip Jadi Penggerak

EKONOMI
IHSG Hari Ini 8 Mei 2026 Dibuka Melemah ke Level 7.146,4

IHSG Hari Ini 8 Mei 2026 Dibuka Melemah ke Level 7.146,4

EKONOMI
Wall Street Melemah di Tengah Fluktuasi Harga Minyak

Wall Street Melemah di Tengah Fluktuasi Harga Minyak

EKONOMI
S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Penutupan Tertinggi

S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Penutupan Tertinggi

EKONOMI
Wall Street Melesat, S&P 500 Tembus ATH Baru di Atas Level 7.200

Wall Street Melesat, S&P 500 Tembus ATH Baru di Atas Level 7.200

EKONOMI
Wall Street Melemah Tertekan Harga Minyak dan Suku Bunga The Fed

Wall Street Melemah Tertekan Harga Minyak dan Suku Bunga The Fed

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon