Wall Street Menguat, S&P 500 dan Nasdaq Kembali Cetak Rekor
Selasa, 16 September 2025 | 07:22 WIB
New York, Beritasatu.com – Tiga indeks utama Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Senin (15/9/2025). S&P 500 dan Nasdaq mencatat rekor penutupan intraday tertinggi, seiring investor menunggu hasil rapat penting Federal Reserve pekan ini.
Indeks Dow Jones Industrial Average naik 49,23 poin atau 0,11% ke 45.883,45. S&P 500 menguat 30,99 poin atau 0,47% ke 6.615,28, sementara Nasdaq Composite melonjak 207,65 poin atau 0,94% ke 22.348,75.
Pada sesi sebelumnya, ketiga indeks juga membukukan kenaikan mingguan, dengan Nasdaq dan S&P 500 menorehkan rekor intraday berkat ketangguhan saham teknologi.
Perhatian pasar kini tertuju pada rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pada 16–17 September. Pelaku pasar secara luas memperkirakan penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin, seiring data terbaru yang menunjukkan pelemahan pasar tenaga kerja.
“Pasar mengandalkan skenario goldilocks di mana pasar tenaga kerja cukup lemah untuk mendorong The Fed memulai serangkaian pemangkasan suku bunga, tanpa mengganggu pertumbuhan secara keseluruhan,” ujar Chief Investment Officer BMO Family Office, Carol Schleif, seperti dilansir dari Reuters, Selasa (16/9/2025).
“Saya pikir pasar akan kecewa jika The Fed tidak memberi sinyal rencana pemangkasan lanjutan,” tambah dia.
Saham Tesla naik 3,6% setelah Elon Musk membeli hampir US$ 1 miliar saham produsen kendaraan listrik tersebut. Sementara itu, saham induk Google, Alphabet, mencatat rekor baru dan melampaui kapitalisasi pasar US$ 3 triliun.
Kenaikan Tesla mendongkrak sektor konsumen nonprimer di S&P 500 sebesar 1,1% ke level tertinggi dalam hampir sembilan bulan. Alphabet juga mendorong sektor komunikasi naik 2,33%.
Namun, saham Nvidia melemah tipis 0,04% setelah regulator China menyatakan akan melanjutkan investigasi terhadap produsen chip AI tersebut, menyusul temuan awal yang menunjukkan adanya pelanggaran aturan antimonopoli.
Di Nasdaq, jumlah saham yang naik melampaui yang turun dengan rasio 1,2 banding 1. Sementara di NYSE, rasio serupa tercatat 1,67 banding 1. Indeks S&P 500 membukukan 23 rekor tertinggi dan 11 rekor terendah. Nasdaq mencatat 117 rekor tertinggi dan 66 rekor terendah.
Volume perdagangan di bursa AS mencapai 17,68 miliar saham, lebih tinggi dibandingkan rata-rata 20 hari terakhir sebesar 16,2 miliar saham.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




