Data Ekonomi Picu Ketidakpastian Suku Bunga, Wall Street Merosot
Jumat, 26 September 2025 | 07:20 WIB
New York, Beritasatu.com – Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup melemah pada perdagangan Kamis (25/9/2025). Sebagian besar sektor di indeks S&P 500 terkoreksi seiring data ekonomi terbaru yang menambah ketidakpastian arah pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed).
Dow Jones Industrial Average turun 173,96 poin atau 0,38% ke 45.947,32, indeks S&P 500 terkoreksi 33,25 poin atau 0,50% ke 6.604,72, dan Nasdaq Composite melemah 113,16 poin atau 0,50% ke 22.384,70.
Di antara pelemah, saham CarMax anjlok 20,1% setelah melaporkan penurunan laba kuartal II. Sementara itu, saham Accenture melemah 2,7% meski pendapatannya melampaui perkiraan.
Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan klaim awal tunjangan pengangguran turun 14.000 menjadi 218.000. Pada sisi lain, data menunjukkan ekonomi AS tumbuh lebih cepat dari perkiraan pada kuartal II berkat kuatnya belanja konsumen dan investasi bisnis.
Presiden The Fed Chicago Austan Goolsbee menyatakan dirinya masih berhati-hati dalam menurunkan suku bunga terlalu cepat, mengingat risiko inflasi yang masih ada. Pernyataan tersebut muncul setelah The Fed pekan lalu memangkas suku bunga 25 basis poin, pemangkasan pertama sejak Desember 2024.
“Data ekonomi yang keluar dalam dua hari terakhir membingungkan dan membuat saya ragu seberapa jauh The Fed akan memangkas suku bunga lagi tahun ini,” ujar Presiden Chase Investment Counsel, Peter Tuz, seperti dilansir dari Reuters, Jumat (26/9/2025).
Sektor energi naik 0,9% dan teknologi menguat tipis 0,03% berkat lonjakan saham Intel sebesar 8,9%. The Wall Street Journal melaporkan Intel tengah menjajaki kerja sama investasi manufaktur dengan Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC).
“Secara historis valuasi pasar saat ini sudah berada di level tinggi. Namun sisi positifnya, tampaknya pemerintah memberi ruang bagi perusahaan teknologi besar untuk terus berkembang,” kata analis Cherry Lane Investments, Rick Meckler.
Volume perdagangan di bursa AS mencapai 19,58 miliar saham, lebih tinggi dari rata-rata 20 hari terakhir sebesar 17,99 miliar. Di NYSE, jumlah saham turun mengalahkan saham naik dengan rasio 3,11 banding 1.
Sementara di Nasdaq, 3.502 saham turun dan 1.166 saham menguat, dengan rasio penurunan 3 banding 1.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




