ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Wall Street Menguat, Catat Kenaikan Kuartalan meski Shutdown Mengintai

Rabu, 1 Oktober 2025 | 08:30 WIB
AD
AD
Penulis: Alfi Dinilhaq | Editor: AD
Pasar saham Wall Street, Amerika Serikat (AS) mengalami tekanan pada perdagangan Jumat 7 Februari 2025 waktu setempat.
Pasar saham Wall Street, Amerika Serikat (AS) mengalami tekanan pada perdagangan Jumat 7 Februari 2025 waktu setempat. (AP)

New York, Beritasatu.com - Tiga indeks utama Wall Street menutup perdagangan Selasa (30/9/2025) di zona hijau, mencatatkan kenaikan bulanan dan kuartalan meski bayang-bayang penutupan pemerintah Amerika Serikat (AS) semakin dekat.

Melansir Reuters, Rabu (1/10/2025), indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,18% menjadi 46.397,89, S&P 500 menguat 0,41% ke 6.688,46, sementara Nasdaq Composite bertambah 0,31% ke 22.660,01. 

Pencapaian ini menandai kenaikan kuartalan kedua berturut-turut. S&P 500 dan Dow Jones juga meraih kenaikan bulanan kelima beruntun, sedangkan Nasdaq mencatat enam bulan berturut-turut berada di zona hijau.

ADVERTISEMENT

Untuk bulan September, S&P 500 tumbuh 3,53% dan jadi kenaikan September terbesar sejak 2010. Sementara Nasdaq naik 5,61% dan Dow bertambah 1,87%. Sepanjang kuartal III, Nasdaq melonjak 11,24%, Dow naik 5,22%, dan S&P 500 menguat 7,79%.

Sektor kesehatan menjadi motor penguatan dengan lonjakan 2,45%. Saham Pfizer melonjak 6,8% setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan pemangkasan harga obat resep dalam program Medicaid dan kesepakatan harga istimewa untuk obat baru.

Sebaliknya, sektor penerbangan tertekan akibat kekhawatiran shutdown, dengan saham Southwest Airlines turun 2,6% dan United Airlines melemah 2,2%.

Ancaman penutupan pemerintah membuat investor berhati-hati. Trump memperingatkan bahwa kebuntuan anggaran akan memaksa pemerintah menutup sejumlah program penting. Jika shutdown terjadi, publik tidak akan mendapatkan data ekonomi penting, termasuk laporan ketenagakerjaan mingguan.

Kepala Strategi Investasi Janney Montgomery Scott Mark Luschini menyebut pasar sedang berada dalam kondisi seimbang dan bisa berubah cepat. "Kombinasi penguatan sektor defensif dan siklikal mencerminkan masih lemahnya keyakinan arah pasar," ucap dia.

Di luar indeks besar, saham Wolfspeed melesat 29% setelah keluar dari kebangkrutan, sedangkan Firefly Aerospace anjlok 20,7% setelah kegagalan uji coba roket Alpha. Sementara itu, Lamb Weston naik 4,3% setelah kinerja kuartalan yang melampaui ekspektasi analis.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Wall Street Cetak Rekor Baru, Saham AI dan Cip Jadi Penggerak

Wall Street Cetak Rekor Baru, Saham AI dan Cip Jadi Penggerak

EKONOMI
IHSG Hari Ini 8 Mei 2026 Dibuka Melemah ke Level 7.146,4

IHSG Hari Ini 8 Mei 2026 Dibuka Melemah ke Level 7.146,4

EKONOMI
Wall Street Melemah di Tengah Fluktuasi Harga Minyak

Wall Street Melemah di Tengah Fluktuasi Harga Minyak

EKONOMI
S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Penutupan Tertinggi

S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Penutupan Tertinggi

EKONOMI
Wall Street Melesat, S&P 500 Tembus ATH Baru di Atas Level 7.200

Wall Street Melesat, S&P 500 Tembus ATH Baru di Atas Level 7.200

EKONOMI
Wall Street Melemah Tertekan Harga Minyak dan Suku Bunga The Fed

Wall Street Melemah Tertekan Harga Minyak dan Suku Bunga The Fed

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon