Sektor Teknologi Pimpin Kenaikan, Wall Street Catat Rekor Baru
Jumat, 3 Oktober 2025 | 07:40 WIB
New York, Beritasatu.com – Tiga indeks utama Wall Street ditutup menguat tipis dan mencetak rekor tertinggi pada Kamis (2/10/2025), didorong oleh sektor teknologi. Investor tetap berhati-hati memantau perkembangan pasar tenaga kerja pada hari kedua shutdown Pemerintah Amerika Serikat (AS).
Nasdaq menjadi penopang terbesar dengan kenaikan 0,4%, berkat saham-saham teknologi unggulan termasuk produsen chip kecerdasan buatan Nvidia. S&P 500 bertambah 4,15 poin atau 0,06% ke 6.715,35, sementara Dow Jones Industrial Average naik 78,62 poin atau 0,17% ke 46.519,72.
Melansir Reuters, lonjakan ini membuat Dow Jones dan S&P 500 mencatat rekor penutupan untuk dua hari beruntun. Nasdaq sempat mendekati rekor tetapi sedikit meleset. Rasio price-to-earnings S&P 500 kini berada pada level 23,1.
Kenaikan terbesar terjadi pada sektor material yang bertambah 1%, sedangkan sektor energi menjadi sektor dengan penurunan terdalam, melemah 1%. Sektor teknologi sendiri menguat 0,5% dan mendorong S&P 500, dengan indeks semikonduktor naik 1,9% dan menorehkan rekor penutupan.
Saham Tesla menjadi penekan terbesar S&P 500 setelah anjlok 5%, penurunan harian terbesar sejak Juli. Meski melaporkan pengiriman kuartalan lebih tinggi dari perkiraan, sejumlah analis menilai penjualan ke depan berisiko terdampak oleh pencabutan insentif pajak mobil listrik senilai US$ 7.500.
Pada sisi lain, saham Equifax dan TransUnion anjlok masing-masing 8,5% dan 10,6% setelah FICO meluncurkan program baru yang memungkinkan pemberi pinjaman hipotek mengakses skor kredit tanpa bergantung pada biro kredit. Saham FICO justru melesat hampir 18% setelah pengumuman tersebut.
Dari sisi tenaga kerja, data dari Challenger, Gray & Christmas menunjukkan perusahaan-perusahaan AS mengumumkan lebih sedikit PHK pada September, tetapi rencana perekrutan sepanjang tahun ini merupakan yang terendah sejak 2009. Kondisi ini memperkuat ekspektasi pelaku pasar bahwa The Fed akan memangkas suku bunga dua kali lagi tahun ini, termasuk pada akhir Oktober.
Di bursa New York, saham yang naik mengungguli yang turun dengan rasio 1,16 berbanding 1, sedangkan di Nasdaq perbandingan serupa tercatat 1,37 berbanding 1. Volume perdagangan mencapai 18,77 miliar saham, mendekati rata-rata harian 20 hari terakhir sebesar 18,83 miliar saham.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




