ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Sektor Teknologi Pimpin Kenaikan, Wall Street Catat Rekor Baru

Jumat, 3 Oktober 2025 | 07:40 WIB
MK
MK
Penulis: Martin Bagya Kertiyasa | Editor: MBK
Pasar saham Wall Street, Amerika Serikat (AS) mengalami tekanan pada perdagangan Jumat 7 Februari 2025 waktu setempat.
Pasar saham Wall Street, Amerika Serikat (AS) mengalami tekanan pada perdagangan Jumat 7 Februari 2025 waktu setempat. (AP)

New York, Beritasatu.com – Tiga indeks utama Wall Street ditutup menguat tipis dan mencetak rekor tertinggi pada Kamis (2/10/2025), didorong oleh sektor teknologi. Investor tetap berhati-hati memantau perkembangan pasar tenaga kerja pada hari kedua shutdown Pemerintah Amerika Serikat (AS).

Nasdaq menjadi penopang terbesar dengan kenaikan 0,4%, berkat saham-saham teknologi unggulan termasuk produsen chip kecerdasan buatan Nvidia. S&P 500 bertambah 4,15 poin atau 0,06% ke 6.715,35, sementara Dow Jones Industrial Average naik 78,62 poin atau 0,17% ke 46.519,72.

Melansir Reuters, lonjakan ini membuat Dow Jones dan S&P 500 mencatat rekor penutupan untuk dua hari beruntun. Nasdaq sempat mendekati rekor tetapi sedikit meleset. Rasio price-to-earnings S&P 500 kini berada pada level 23,1.

ADVERTISEMENT

Kenaikan terbesar terjadi pada sektor material yang bertambah 1%, sedangkan sektor energi menjadi sektor dengan penurunan terdalam, melemah 1%. Sektor teknologi sendiri menguat 0,5% dan mendorong S&P 500, dengan indeks semikonduktor naik 1,9% dan menorehkan rekor penutupan.

Saham Tesla menjadi penekan terbesar S&P 500 setelah anjlok 5%, penurunan harian terbesar sejak Juli. Meski melaporkan pengiriman kuartalan lebih tinggi dari perkiraan, sejumlah analis menilai penjualan ke depan berisiko terdampak oleh pencabutan insentif pajak mobil listrik senilai US$ 7.500.

Pada sisi lain, saham Equifax dan TransUnion anjlok masing-masing 8,5% dan 10,6% setelah FICO meluncurkan program baru yang memungkinkan pemberi pinjaman hipotek mengakses skor kredit tanpa bergantung pada biro kredit. Saham FICO justru melesat hampir 18% setelah pengumuman tersebut.

Dari sisi tenaga kerja, data dari Challenger, Gray & Christmas menunjukkan perusahaan-perusahaan AS mengumumkan lebih sedikit PHK pada September, tetapi rencana perekrutan sepanjang tahun ini merupakan yang terendah sejak 2009. Kondisi ini memperkuat ekspektasi pelaku pasar bahwa The Fed akan memangkas suku bunga dua kali lagi tahun ini, termasuk pada akhir Oktober.

Di bursa New York, saham yang naik mengungguli yang turun dengan rasio 1,16 berbanding 1, sedangkan di Nasdaq perbandingan serupa tercatat 1,37 berbanding 1. Volume perdagangan mencapai 18,77 miliar saham, mendekati rata-rata harian 20 hari terakhir sebesar 18,83 miliar saham.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Keuangan Memburuk, AS Disebut Terancam Bangkrut

Keuangan Memburuk, AS Disebut Terancam Bangkrut

EKONOMI
Elon Musk Tawarkan Bayar Gaji TSA Selama Shutdown Pemerintah AS

Elon Musk Tawarkan Bayar Gaji TSA Selama Shutdown Pemerintah AS

INTERNASIONAL
Tok! Trump Akhiri Shutdown Pemerintah AS Selama 4 Hari

Tok! Trump Akhiri Shutdown Pemerintah AS Selama 4 Hari

INTERNASIONAL
Shutdown Terpanjang Buat AS Rugi Rp 183 Triliun

Shutdown Terpanjang Buat AS Rugi Rp 183 Triliun

INTERNASIONAL
BI Sebut Ekonomi Dunia Bakal Melambat setelah Shutdown AS

BI Sebut Ekonomi Dunia Bakal Melambat setelah Shutdown AS

EKONOMI
Shutdown AS Berakhir: Akar Masalah hingga Terjalin Kesepakatan

Shutdown AS Berakhir: Akar Masalah hingga Terjalin Kesepakatan

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon