ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Shutdown Hari Ke-9 Sebabkan Wall Street Kembali Melemah

Jumat, 10 Oktober 2025 | 07:39 WIB
MK
MK
Penulis: Martin Bagya Kertiyasa | Editor: MBK
Ilustrasi Wall Street
Ilustrasi Wall Street (AP Photo/Peter Morgan)

New York, Beritasatu.com – Pasar saham Amerika Serikat (AS) ditutup melemah karena shutdown pemerintahan membuat investor kesulitan memperoleh data ekonomi maupun katalis sentimen.

Indeks utama AS ditutup melemah dengan Dow Jones turun 243,36 poin atau 0,52% menjadi 46.358,42, S&P 500 turun 18,61 poin atau 0,28% menjadi 6.735,11, dan Nasdaq Composite turun 18,75 poin atau 0,08% menjadi 23.024,63.

“Musim laporan keuangan telah tiba dan investor menunggu apakah pertumbuhan laba akan tetap konsisten seperti dua kuartal terakhir. Ditambah ketidakpastian akibat minimnya data dari Washington dan kebijakan The Fed, wajar jika terjadi koreksi ringan,” kata managing partner Keator Group, Matthew Keator, seperti dilansir dari Reuters, Jumat (10/10/2025).

ADVERTISEMENT

Shutdown Pemerintah AS memasuki hari kesembilan, sehingga investor terus kekurangan data ekonomi penting. Dengan musim laporan keuangan kuartal III tinggal beberapa hari, perhatian investor tertuju pada pernyataan pembuat kebijakan moneter untuk menilai kemungkinan pemangkasan suku bunga hingga akhir tahun. 

Presiden Federal Reserve New York John Williams mendukung pemotongan suku bunga lebih lanjut karena risiko melemahnya pasar tenaga kerja. Saat ini, pasar memprediksi 94,6% kemungkinan The Fed memangkas suku bunga 25 basis poin pada pertemuan 28-29 Oktober.

Dari 11 sektor utama S&P 500, sektor materials mencatat penurunan terbesar, sementara consumer staples menjadi satu-satunya sektor yang naik. Sektor perumahan dan homebuilding melemah lebih dari 2% karena kekhawatiran margin dan permintaan.

Musim laporan keuangan kuartal III akan resmi dibuka Selasa depan dengan JPMorgan Chase, Goldman Sachs, Citigroup, dan Wells Fargo. Analis memperkirakan pertumbuhan laba S&P 500 kuartal III secara tahunan sebesar 8,8%, lebih rendah dari kuartal II 13,8% dan periode yang sama tahun lalu sebesar 9,1%.

Di NYSE, jumlah saham yang turun tiga kali lebih banyak dibanding yang naik, dengan 354 saham mencapai harga tertinggi baru dan 91 saham mencatat harga terendah baru. Di Nasdaq, 1.694 saham naik dan 2.966 saham turun, dengan rasio saham yang turun 1,75 banding 1. 

Indeks S&P 500 mencatat 20 harga tertinggi baru dan 11 harga terendah baru, sedangkan Nasdaq Composite mencatat 133 harga tertinggi baru dan 66 harga terendah baru. Volume perdagangan di bursa AS mencapai 20,44 miliar saham, dibandingkan rata-rata 20 hari terakhir 19,75 miliar saham.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Wall Street Cetak Rekor Baru, Saham AI dan Cip Jadi Penggerak

Wall Street Cetak Rekor Baru, Saham AI dan Cip Jadi Penggerak

EKONOMI
IHSG Hari Ini 8 Mei 2026 Dibuka Melemah ke Level 7.146,4

IHSG Hari Ini 8 Mei 2026 Dibuka Melemah ke Level 7.146,4

EKONOMI
Wall Street Melemah di Tengah Fluktuasi Harga Minyak

Wall Street Melemah di Tengah Fluktuasi Harga Minyak

EKONOMI
S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Penutupan Tertinggi

S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Penutupan Tertinggi

EKONOMI
Wall Street Melesat, S&P 500 Tembus ATH Baru di Atas Level 7.200

Wall Street Melesat, S&P 500 Tembus ATH Baru di Atas Level 7.200

EKONOMI
Wall Street Melemah Tertekan Harga Minyak dan Suku Bunga The Fed

Wall Street Melemah Tertekan Harga Minyak dan Suku Bunga The Fed

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon