ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Prabowo: Kasus Keracunan MBG Masih dalam Batas Wajar

Sabtu, 18 Oktober 2025 | 18:34 WIB
MK
MK
Penulis: Martin Bagya Kertiyasa | Editor: MBK
Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan dirinya meluangkan waktu dua hingga empat jam setiap hari khusus untuk belajar dan membaca buku.
Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan dirinya meluangkan waktu dua hingga empat jam setiap hari khusus untuk belajar dan membaca buku. (Beritasatu.com/Ricki Putra Harahap)

Jakarta, Beritasatu.com – Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan angka kasus keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang belakangan muncul di sejumlah daerah masih tergolong dalam batas kewajaran atau corridor of error berdasarkan ilmu pengetahuan.

Menurut Prabowo, dari total 1,4 miliar porsi makanan yang telah dibagikan, tercatat sekitar 8.000 kasus keracunan, atau setara dengan 0,0007%.

“Kalau 1,4 miliar dibagi 8.000, saya kira kalau dalam ilmu pengetahuan, dalam sains ini masih dalam koridor, katakanlah corridor of error,” ujar Presiden seperti dilansir dari Antara, Sabtu (18/10/2025).

ADVERTISEMENT

Presiden menilai program MBG yang telah menjangkau jutaan anak Indonesia merupakan salah satu program paling berhasil di dunia, meskipun masih menghadapi sejumlah kritik.

“Di mana ada usaha manusia yang 99,99% berhasil, dibilang gagal. Tetapi kita tidak mau ada satu pun anak yang sakit, mungkin karena makanan kurang bagus, kurang bersih, dan sebagainya,” ucapnya.

Terkait hal tersebut, Prabowo menegaskan pemerintah terus berupaya mencapai zero error dengan meningkatkan standar kebersihan dan pengawasan dapur produksi. “Kita sudah perintahkan semua dapur harus punya alat-alat terbaik untuk membersihkan, dan kita akan sempurnakan terus,” tegasnya.

Selain itu, Presiden juga meminta para guru untuk membiasakan anak-anak mencuci tangan sebelum makan serta mengajarkan cara makan dengan sendok guna mencegah masuknya virus maupun bakteri ke pencernaan.

Prabowo menambahkan, keberhasilan MBG bukan hanya diakui di dalam negeri, tetapi juga menjadi contoh bagi banyak negara. Ia menyebut Indonesia kini menjadi negara paling berani dan tercepat dalam memperluas program gizi nasional. “India butuh 11 tahun untuk mencapai 40 juta penerima manfaat, sementara kita bisa mencapai 36 juta hanya dalam satu tahun,” katanya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Kemenko Pangan Susun Aturan Rantai Pasok MBG

Kemenko Pangan Susun Aturan Rantai Pasok MBG

EKONOMI
Menko Zulhas Ungkap Strategi Perbaiki SPPG

Menko Zulhas Ungkap Strategi Perbaiki SPPG

NASIONAL
BGN Pastikan Gaji Pegawai SPPG Tak Berubah

BGN Pastikan Gaji Pegawai SPPG Tak Berubah

NASIONAL
Tanggapi Susu Sekolah Gratis yang Dijual, Begini Respons Kepala BGN

Tanggapi Susu Sekolah Gratis yang Dijual, Begini Respons Kepala BGN

NASIONAL
BGN Hentikan Sementara 2.162 SPPG, Ini Daftar Pelanggarannya

BGN Hentikan Sementara 2.162 SPPG, Ini Daftar Pelanggarannya

NASIONAL
Program MBG Jangkau 60 Juta Orang, Santri Baru 10 Persen

Program MBG Jangkau 60 Juta Orang, Santri Baru 10 Persen

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon