Purbaya Kesal Tangkap Importir Ilegal Malah Keluar Biaya Banyak
Rabu, 22 Oktober 2025 | 14:37 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pemerintah akan mengambil langkah tegas terhadap para mafia impor ilegal.
Purbaya menjelaskan perlunya perubahan mekanisme sanksi terhadap para pelaku praktik impor ilegal tersebut. Menurutnya, hukuman penjara saja tidak akan memberikan efek jera, bahkan justru menimbulkan kerugian bagi negara.
“Selama ini pelaku impor ilegal masuk penjara, tapi saya enggak dapat duit, enggak didenda. Saya rugi, sudah keluar biaya buat musnahkan barang itu, tambah ngasih makan orang yang di penjara,” kata Purbaya saat ditemui awak media di Gedung Djuanda I, Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (22/10/2025).
Purbaya menilai penegakan hukum perlu diarahkan untuk memberikan sanksi finansial kepada pelaku. Dengan begitu, negara tetap bisa memperoleh restitusi dari pelanggaran yang dilakukan, sekaligus menciptakan efek jera yang lebih kuat.
Oleh karena itu, sistem pengawasan Bea Cukai akan ditingkatkan agar bisa memantau secara real time aktivitas ekspor-impor, termasuk mendeteksi manipulasi nilai transaksi. Ia mengatakan akan membangun command center yang saling terkoneksi dengan seluruh sistem Kemenkeu dan memiliki teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) agar bisa mengenali pola pelanggaran sejak dini.
“Ke depannya sih dari command center saya harusnya bisa lihat kapal di pelabuhan lagi ngapain, isinya apa, ininya apa, jadi akan kita buat sistem yang terkoneksi betul di sana nanti,” kata Purbaya.
Purbaya menambahkan, langkah ini merupakan kelanjutan dari inspeksi ke Lembaga National Single Window (LNSW) yang dilakukan sehari sebelumnya. Ia menjelaskan, sistem digital LNSW akan dijadikan pusat analisis perdagangan dan diperkuat dengan tim ahli lintas disiplin.
“LNSW nanti akan kita buat think tank perdagangan. Kita bentuk tim berisi 10 orang yang jago-jago di sana, ada mathematician segala macam, untuk memastikan mereka bisa menganalisis kebocoran perdagangan kalau ada,” jelasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




